Rusia Serang Sebuah Bis di Ukraina Timur, 30 Orang Tewas
Gubernur Donetsk Vadym Filashkin menyebut serangan tersebut juga menyebabkan sejumlah warga mengalami luka-luka.
fin.co.id - Pemerintah Ukraina melaporkan puluhan orang tewas akibat serangan Rusia yang menyasar transportasi umum di Kota Kramatorsk, wilayah Donetsk, Ukraina timur, pada Kamis 8 Oktober 2026. Gubernur Donetsk Vadym Filashkin menyebut serangan tersebut juga menyebabkan sejumlah warga mengalami luka-luka.
Melalui pernyataan di Telegram, Filashkin awalnya melaporkan 12 orang meninggal dunia dan 14 lainnya terluka. Namun, dalam pembaruan berikutnya, jumlah korban tewas disebut mencapai 30 orang, sedangkan korban luka bertambah menjadi 18 orang.
Filashkin menuding Rusia sengaja menjadikan warga sipil sebagai sasaran serangan. Menyusul memburuknya situasi keamanan, pemerintah setempat memutuskan menghentikan sementara layanan transportasi umum di Kramatorsk dan Sloviansk.
"Mengingat situasi keamanan yang memburuk secara drastis, saya telah memerintahkan otoritas militer di kota Kramatorsk dan Sloviansk untuk menangguhkan operasional transportasi umum," kata dia.
Baca Juga
Serangan di Kramatorsk terjadi sehari setelah jumlah korban tewas akibat serangan rudal Rusia di Kota Pryluky, wilayah Chernihiv, Ukraina utara, dilaporkan meningkat menjadi 22 orang.
Gubernur Chernihiv Vyacheslav Chaus mengatakan, lima anak termasuk di antara korban meninggal dunia. Sementara itu, 50 orang lainnya dilaporkan terluka dalam serangan yang terjadi pada Rabu 7 Oktober 2026.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyatakan operasi penyelamatan korban di Pryluky telah selesai. Namun, ia menuding Rusia kembali menyerang wilayahnya, termasuk fasilitas transportasi umum di Kramatorsk.
"Bahkan setelah serangan sebrutal itu, Rusia masih terus menyerang wilayah kami. Pagi ini, Rusia menghantam halte transportasi umum di Kramatorsk dengan bom udara ... Serangan Rusia seluruhnya mengakibatkan kerusakan di 10 wilayah," kata Zelenskyy melalui media sosial X.
Zelenskyy juga mendesak negara-negara mitra untuk mempercepat pengiriman persenjataan pertahanan bagi Ukraina. Menurut dia, pasokan sistem antirudal balistik, amunisi, dan rudal pencegat diperlukan untuk melindungi warga dari serangan Rusia.
Di sisi lain, Angkatan Udara Ukraina mengklaim berhasil menghancurkan 126 dari total 142 drone serbu yang diluncurkan Rusia. Hingga laporan tersebut disampaikan, Moskow belum memberikan tanggapan atas klaim Kiev.
Baca Juga
Sementara itu, Wali Kota Moskow Vitali Klitschko melaporkan tiga orang tewas dan 14 lainnya terluka akibat serangan Rusia. Dari jumlah korban luka tersebut, delapan orang harus menjalani perawatan di rumah sakit.
Intensitas serangan antara Rusia dan Ukraina dilaporkan meningkat dalam beberapa bulan terakhir. Kedua pihak saling melancarkan serangan terhadap pusat logistik, pelabuhan, hingga infrastruktur energi.
Meski demikian, Rusia dan Ukraina sama-sama membantah sengaja menargetkan infrastruktur sipil. Keduanya menyatakan serangan diarahkan pada sasaran militer atau fasilitas yang berkaitan dengan aktivitas militer.
Sumber: Anadolu/ant