Nasional . 09/10/2026, 21:51 WIB

Waspada! Gunung Anak Krakatau Erupsi, Masyarakat Dilarang Mendekat Radius 2 Km

Penulis : Esnoe Faqih Wardhana  |  Editor : Esnoe Faqih Wardhana

fin.co.id - Erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda pada Jumat, 9 Oktober 2026 sore berlangsung selama sekitar 3 menit 46 detik, dengan kolom abu vulkanik mencapai 250 meter di atas puncak.

Di tengah aktivitas tersebut, masyarakat dan wisatawan diminta tidak mendekati kawah aktif dalam radius dua kilometer untuk mengantisipasi bahaya lontaran material vulkanik.

Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat erupsi gunung api yang berada di wilayah Kabupaten Lampung Selatan, Lampung, itu terjadi pada pukul 16.17 WIB. Aktivitas tersebut terekam melalui instrumen seismogram dengan amplitudo maksimum mencapai 39 milimeter.

Kepala Badan Geologi, Lana Saria menjelaskan, kolom abu yang keluar dari kawah memiliki intensitas tebal dan bergerak ke arah utara serta barat laut.

"Kolom abu teramati berwarna kelabu, cokelat, hingga hitam dengan intensitas tebal yang condong bergerak ke arah utara dan barat laut," kata dia.

Erupsi Masih Berlangsung, Status Gunung Anak Krakatau Waspada

Lana menjelaskan, kolom abu vulkanik yang teramati mencapai kurang lebih 407 meter di atas permukaan laut (mdpl). Sementara itu, tinggi kolom abu yang dilaporkan mencapai 250 meter di atas puncak gunung.

Berdasarkan catatan kegempaan, erupsi berlangsung sekitar 3 menit 46 detik. Namun, aktivitas tersebut masih terus berlangsung ketika laporan disusun.

Badan Geologi hingga saat ini menetapkan aktivitas Gunung Anak Krakatau pada Status Level II atau Waspada. Seiring dengan status tersebut, pihaknya menyampaikan rekomendasi keselamatan bagi masyarakat, pengunjung, wisatawan, dan pendaki di kawasan Selat Sunda.

Masyarakat Diminta Menjauh dari Kawah Aktif

Badan Geologi mengimbau masyarakat dan wisatawan agar tidak mendekati kawah aktif Gunung Anak Krakatau dalam radius dua kilometer. Mereka juga diminta tidak melakukan aktivitas apa pun di dalam zona tersebut guna mengantisipasi bahaya lontaran material vulkanik.

Pemantauan terhadap kawah dan aktivitas seismik Gunung Anak Krakatau terus dilakukan secara berkelanjutan. Langkah ini dilakukan untuk menjamin keselamatan warga yang berada di kawasan pesisir Selat Sunda.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com