Nasional . 10/10/2026, 20:10 WIB
Penulis : Mihardi | Editor : Mihardi
fin.co.id - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy mendorong Asian Development Bank (ADB) memperluas dukungan terhadap pengembangan sumber daya manusia (SDM), infrastruktur sosial, dan infrastruktur digital di Indonesia.
Dukungan tersebut dinilai penting untuk mempercepat transformasi pembangunan nasional yang tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga peningkatan kualitas manusia dan kemampuan teknologi.
Hal itu disampaikan Rachmat saat bertemu Wakil Presiden ADB untuk Asia Timur, Asia Tenggara, dan Pasifik, Scott Morris. Dalam pertemuan tersebut, ia menekankan perlunya memperluas pemahaman mengenai infrastruktur sebagai fondasi pembangunan jangka panjang.
“Kalau kita berbicara mengenai infrastruktur, selama ini kita berbicara tentang infrastruktur fisik seperti jalan, jembatan, bendungan, bandara, dan pelabuhan. Namun, ada infrastruktur lain yang sama pentingnya, yaitu sumber daya manusia dan modal manusia,” ucapnya saat berjumpa Wakil Presiden ADB untuk Asia Timur, Asia Tenggara, dan Pasifik Scott Morris, dari keterangan resmi, Jakarta, Sabtu, 10 Oktober 2026.
Rachmat mengatakan, pembangunan infrastruktur fisik tetap diperlukan. Namun, pemerintah juga perlu memberikan perhatian lebih besar terhadap pembangunan infrastruktur sosial, pengembangan SDM, dan pemanfaatan teknologi digital.
“Sekarang kita juga berbicara tentang infrastruktur digital. Tentu kita tetap membutuhkan pelabuhan, jalan, dan jembatan, tetapi kita juga harus mulai membangun infrastruktur sosial dan sumber daya manusia dengan lebih kuat. Dukungan inilah yang juga kami perlukan dari ADB,” pungkasnya dikutip dari Antara.
Menurutnya, peningkatan kapasitas manusia semakin mendesak di tengah berbagai tantangan global, mulai dari perubahan iklim, dinamika geopolitik dan geoekonomi, hingga perkembangan teknologi yang berlangsung cepat.
Karena itu, Indonesia bersama ADB perlu merancang pendekatan pembangunan yang relevan untuk menghadapi tantangan lima hingga sepuluh tahun ke depan. Upaya tersebut juga diharapkan mendukung pencapaian visi Indonesia Emas 2045.
“Kita membutuhkan model pembangunan baru untuk menghadapi kondisi dunia yang terus berubah. Kita perlu belajar dari pengalaman negara lain, tetapi negara lain juga dapat belajar dari Indonesia. Segala sesuatu membutuhkan pendidikan. Bukan sekadar pendidikan biasa, melainkan pendidikan yang baik, bahkan yang terbaik. Karena itu, pengembangan sumber daya manusia dan infrastruktur sosial harus menjadi bagian penting dari pembangunan masa depan,” terang Rachmat Pambudy.
Menanggapi hal tersebut, Scott Morris menyatakan ADB siap memperluas dukungan terhadap pengembangan SDM Indonesia, khususnya pada bidang pendidikan, kesehatan, serta peningkatan keterampilan tenaga kerja untuk menghadapi transformasi digital.
“Sejak pandemi, kami melihat permintaan yang semakin meningkat dan kami terus memperluas kegiatan di sektor sosial, kesehatan, pendidikan, serta berbagai bentuk pelatihan tenaga kerja. Kami juga melihat bahwa agenda digital membutuhkan tingkat pengembangan keterampilan yang lebih tinggi, termasuk di Indonesia, dan kami dapat memberikan dukungan untuk itu,” kata dia.
Selain pengembangan SDM, ADB juga menyatakan komitmennya untuk mendukung sejumlah agenda strategis Indonesia. Dukungan tersebut mencakup pengembangan industri semikonduktor, pengolahan mineral kritis, penguatan ketahanan energi dan air, serta peningkatan kualitas persiapan proyek pembangunan atau project preparation.
Kerja sama juga diarahkan untuk mengembangkan Bappenas Institute melalui kolaborasi dengan ADB Institute.
Penguatan kemitraan ini diharapkan dapat memperluas kapasitas Indonesia dalam merancang dan menjalankan program pembangunan yang adaptif terhadap perubahan global, sekaligus meningkatkan kualitas SDM sebagai modal utama menuju Indonesia Emas 2045.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media