Internasional . 10/10/2026, 07:57 WIB
Penulis : Afdal Namakule | Editor : Afdal Namakule
fin.co.id - Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah selatan Panama, di pesisir Samudra Pasifik, pada Jumat sore 9 Oktober 2026. Guncangan kuat tersebut menyebabkan sejumlah bangunan roboh, kendaraan rusak, dan puing-puing berserakan di jalanan.
Berdasarkan laporan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), pusat gempa berada sekitar 12 kilometer di sebelah barat daya Pitaloza Arriba, Panama. Gempa terjadi sesaat sebelum pukul 13.00 waktu setempat.
Foto dan video yang beredar memperlihatkan kerusakan di sejumlah lokasi. Warga terlihat meninggalkan bangunan untuk menyelamatkan diri di tengah situasi yang mencekam.
Hingga laporan awal dirilis, belum ada laporan langsung mengenai korban jiwa akibat bencana tersebut.
Situasi di Panama masih berkembang setelah gempa utama terjadi. Kantor Presiden Panama melaporkan lebih dari selusin gempa susulan tercatat sejak guncangan pertama.
USGS mencatat sejumlah gempa susulan berkekuatan signifikan. Di antaranya gempa bermagnitudo 6,6 di dekat wilayah Rio Grande dan gempa bermagnitudo 5,8 di sekitar El Cacao.
Rangkaian gempa susulan tersebut menambah kekhawatiran terhadap kondisi bangunan dan keselamatan warga di wilayah terdampak.
Pemerintah Panama mengambil langkah penghentian sementara aktivitas di sejumlah instansi dan fasilitas pendidikan. Kantor-kantor pemerintahan serta sekolah dilaporkan menghentikan operasional untuk sementara waktu.
Sistem Perlindungan Sipil Nasional Panama (SINAPROC) menyatakan belum mempertimbangkan untuk meminta bantuan internasional pada tahap ini.
Kepada ABC News, lembaga tersebut mengatakan evaluasi terhadap dampak dan kerusakan masih berlangsung. Permintaan bantuan dari luar negeri dapat dipertimbangkan kembali apabila situasi membutuhkan penanganan lebih lanjut.
Pemerintah masih perlu memastikan tingkat kerusakan serta kebutuhan penanganan di wilayah yang terdampak gempa.
Pemerintah Amerika Serikat turut memantau perkembangan situasi setelah gempa besar tersebut mengguncang Panama.
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan pihaknya mengikuti laporan mengenai bencana itu. Washington juga menyatakan kesiapan untuk membantu pemerintah Panama.
"Amerika Serikat berdiri bersama rakyat Panama," kata Rubio dalam pernyataannya.
Dia menambahkan, atas permintaan pemerintah Panama, Departemen Luar Negeri AS bergerak cepat memobilisasi sumber daya dan personel untuk memberikan bantuan.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media