Bahlil Ungkap Alasan Harga Pertamax Tak Langsung Turun saat Minyak Dunia Anjlok
Bahlil menjelaskan harga Pertamax mengikuti pasar minyak dunia, sementara penyesuaian harga BBM membutuhkan waktu sekitar satu hingga dua minggu.
fin.co.id - Penurunan harga minyak dunia tidak serta-merta membuat harga Pertamax langsung berubah di SPBU. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menjelaskan, penyesuaian harga BBM membutuhkan Waktu, karena adanya jeda teknis dalam rantai pasok, yang berkisar satu hingga dua minggu.
Bahlil meminta masyarakat memahami proses penyesuaian tersebut secara utuh. Menurutnya, ketika harga minyak dunia naik, perubahan harga BBM di SPBU juga tidak langsung terjadi pada hari yang sama.
Di sisi lain, harga BBM non-subsidi seperti Pertamax mengikuti pergerakan harga minyak dunia yang sangat fluktuatif. Bahlil mengibaratkan kondisi tersebut seperti orang yang sedang sakit malaria karena harga minyak mentah bisa berubah dengan cepat, dari kisaran US$ 90 hingga US$ 106 per barel.
Ia menjelaskan, BBM dengan RON 92, 95, dan 98 merupakan jenis yang dikonsumsi masyarakat kalangan mampu. Karena itu, harganya mengikuti mekanisme pasar.
Baca Juga
“Enggak mungkin kita mau subsidi orang yang mampu. Orang yang seperti saya, orang yang seperti pengusaha. Masa minyak mau pakai BBM RON 95, 98, mau disubsidi oleh negara? Karena itu kita impor. Saya itu hanya bisa menjaga BBM yang bersubsidi untuk saudara-saudara kita yang menengah ke bawah,” ujar Bahlil dalam acara Bicara Bersama Retno Pinasti, Minggu, 11 Oktober 2026.
Harga Minyak Melampaui Asumsi APBN 2026
Selain menjelaskan mekanisme harga BBM non-subsidi, Bahlil menyoroti tantangan pemerintah dalam menjaga harga BBM bersubsidi tetap stabil. Dalam asumsi APBN 2026, pemerintah menggunakan patokan harga minyak sebesar US$ 70 per barel.
Namun, realisasi harga rata-rata sejak awal tahun hingga saat ini telah berada di kisaran US$ 90 hingga US$ 92 per barel. Harga minyak bahkan sempat menembus angka yang lebih tinggi.
Kondisi tersebut menjadi tantangan dalam upaya menjaga harga BBM bersubsidi. Meski sejumlah pakar dan mantan pejabat menyarankan agar harga BBM bersubsidi mengikuti harga pasar untuk mengurangi beban APBN, Bahlil menolak usulan tersebut.
Ia menegaskan, pemerintah perlu menjaga harga BBM bersubsidi demi melindungi masyarakat miskin. Pengalaman hidupnya menjadi salah satu alasan yang ia sampaikan untuk mempertahankan kebijakan tersebut.
Baca Juga
“Saya kan mantan orang miskin, yang pernah tahu sakitnya, gak mungkin saya akan membuat kebijakan itu selama masih bisa kita tahan,” tegasnya.
Harga Pertamax Mengikuti Pergerakan Minyak Dunia
Bahlil kembali menegaskan bahwa harga BBM non-subsidi sangat bergantung pada dinamika harga minyak mentah dunia. Pergerakan harga yang cepat membuat penyesuaian harga BBM tidak bisa dilepaskan dari mekanisme pasar.
Untuk BBM bersubsidi, pemerintah berupaya menjaga kestabilan harga meskipun harga minyak dunia berada di atas asumsi APBN 2026. Kebijakan tersebut ditujukan untuk melindungi masyarakat menengah ke bawah.
Sementara itu, penyesuaian harga di SPBU membutuhkan waktu sekitar satu hingga dua minggu akibat jeda teknis dalam rantai pasok. Bahlil meminta masyarakat mempertimbangkan proses tersebut ketika menilai perubahan harga BBM, baik saat harga minyak dunia naik maupun turun.