Politik . 12/10/2026, 19:28 WIB

Evaluasi Penanganan Karhutla di Kalimantan dan Sumatra, Prabowo Gelar Ratas di Istana Kepresidenan

Penulis : Esnoe Faqih Wardhana  |  Editor : Esnoe Faqih Wardhana

fin.co.id - Presiden Prabowo Subianto mengumpulkan sejumlah menteri, pimpinan TNI-Polri, serta pejabat terkait untuk mengevaluasi penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan dan Sumatra.

Rapat terbatas di Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Senin, 12 Oktober 2026 sore, juga menyoroti persoalan pemadaman di lahan gambut yang sulit ditangani serta dampak kebakaran terhadap negara-negara tetangga.

Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Dudung Abdurachman mengatakan, Presiden memberi perhatian serius terhadap penanganan karhutla. Dalam rapat tersebut, ia akan menyampaikan laporan mengenai langkah-langkah yang telah dilakukan, terutama di wilayah yang menjadi prioritas.

"Hari ini (rapat, red.) membahas tentang karhutla, karena Beliau (Presiden, red.) sangat serius sekali tentang penanganan karhutla ini. (Rapat diikuti, red.) yang terkait Panglima TNI, Kapolri, kemudian Kementerian Kehutanan, BNPB dan sebagainya (via, red.) Zoom, tidak langsung," kata Dudung.

Rapat yang membahas karhutla di Kalimantan dan Sumatra itu berlangsung sekitar pukul 16.30 WIB. Sejumlah pejabat mengikuti pertemuan secara langsung di Istana, sementara pejabat lainnya bergabung melalui konferensi video.

Sejumlah Pejabat Ikut Rapat Via Daring

Pejabat yang hadir langsung di Istana Kepresidenan RI antara lain Menko Polkam Dudung Abdurachman, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, dan Kapolri Jenderal Pol. Suyudi Ario Seto.

Rapat tersebut juga dihadiri Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Kehadiran para pejabat itu menjadi bagian dari pembahasan evaluasi penanganan kebakaran hutan dan lahan di dua wilayah tersebut.

Sementara itu, sejumlah pejabat mengikuti rapat melalui sambungan video-conference. Mereka meliputi Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali, serta Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI M. Tonny Harjono.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto juga mengikuti rapat secara daring. Selain itu, sejumlah panglima daerah militer (pangdam), kapolda, dan gubernur dari wilayah-wilayah yang mengalami karhutla turut bergabung dalam pertemuan tersebut.

Karhutla Berdampak ke Negara Tetangga

Selain mengevaluasi penanganan kebakaran di dalam negeri, Dudung menanggapi pertanyaan wartawan mengenai dampak karhutla yang turut dirasakan negara-negara tetangga, termasuk Singapura dan Malaysia.

Ia menyebut persoalan lahan gambut menjadi salah satu tantangan dalam upaya pemadaman. Presiden, menurut Dudung, memberikan perhatian terhadap dampak kebakaran yang meluas hingga ke negara lain.

"Dampaknya ke negara-negara tetangga, makanya Beliau (Presiden, red.) sangat concern sekali, karena memang banyak lahan-lahan gambut ya yang sulit untuk dipadamkan, tetapi beberapa usaha -usaha kita lakukan," ujar Menko Dudung.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com