Megapolitan . 12/10/2026, 17:13 WIB
Penulis : Mihardi | Editor : Mihardi
fin.co.id - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menyelesaikan revitalisasi 16 dari total 19 gedung sekolah yang masuk dalam program perbaikan sepanjang 2025. Program tersebut menyerap anggaran sebesar Rp876,79 miliar, sedangkan tiga sekolah lainnya masih menjalani tahap penyelesaian akhir.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, revitalisasi dilakukan untuk meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan agar kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung dengan lebih baik.
“Dalam kesempatan ini saya ingin juga menyampaikan di Jakarta di tahun kemarin ada revitalisasi 19 sekolah. Dari 19 sekolah itu 16 sudah selesai, termasuk sekolah ini,” ujar Pramono di SDN Pekayon 05, Jakarta Timur, Senin, 12 Oktober 2026.
Pramono menjelaskan, salah satu sekolah yang masih dalam proses penyelesaian adalah SD Negeri 1 Cipete Utara. Sementara itu, pekerjaan di SD Negeri Setiabudi 01 dan SMK 37 diklaim telah mencapai tahap akhir dengan sisa pekerjaan kurang dari satu persen.
Ia meminta Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta segera menuntaskan proses finalisasi agar sekolah-sekolah tersebut bisa segera dimanfaatkan untuk kegiatan pembelajaran.
“Tapi yang dua, yaitu SD Negeri Setiabudi 01 dan SMK 37, sebenarnya udah selesai. Sudah kurangnya itu di bawah satu persen. Sudah finalisasi dan dianggap sudah selesai. Nanti segera saya minta kepada Kepala Dinas untuk melakukan finalisasi supaya bisa digunakan untuk belajar mengajar,” tuturnya.
Pramono menyebut, anggaran untuk revitalisasi 19 gedung sekolah tersebut mencapai Rp876,79 miliar. Ia juga mengapresiasi dukungan DPRD DKI Jakarta dalam pembiayaan program peningkatan fasilitas pendidikan itu.
“Total biaya, dan kami alhamdulillah disupport sepenuhnya oleh DPRD Provinsi DKI Jakarta, total biaya untuk 19 gedung tadi adalah Rp876,79 miliar,” katanya.
Selain revitalisasi tersebut, Pramono menyoroti pembangunan SD Negeri 9 dan SD Negeri 11 Kebayoran Lama yang sebelumnya menjadi perhatian masyarakat. Menurut dia, kedua proyek itu telah memasuki tahap pembangunan yang ditandai dengan peletakan batu pertama.
“Termasuk yang kemarin, atau beberapa tiga, empat bulan yang lalu yang sempat heboh di SD Negeri 9 dan SD Negeri 11 Kebayoran Lama, alhamdulillah sebenarnya sudah kita groundbreaking,” ujarnya.
Pramono menyampaikan bahwa dirinya tidak harus selalu hadir dalam setiap kegiatan peletakan batu pertama proyek. Ia memilih memeriksa hasil pekerjaan setelah pembangunan selesai untuk memastikan kesesuaiannya dengan rencana.
“Nanti kalau udah selesai saja kita akan cek apakah sudah sesuai dengan apa yang direncanakan,” katanya.
Ia menegaskan, peningkatan kualitas pendidikan di Jakarta tidak hanya dilakukan melalui pembangunan dan perbaikan gedung sekolah, tetapi juga lewat bantuan pembiayaan bagi peserta didik yang memenuhi persyaratan.
Salah satu program yang disediakan adalah Kartu Jakarta Pintar (KJP) bagi siswa dari keluarga yang memenuhi kriteria. Pemprov DKI juga memberikan dukungan bagi mahasiswa melalui Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU).
Menurut Pramono, bantuan pendidikan tersebut perlu diimbangi dengan penyediaan fasilitas sekolah yang layak. Dengan demikian, dukungan bagi siswa dan mahasiswa dapat berjalan seiring dengan peningkatan kualitas lingkungan belajar.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media