Nasional . 13/10/2026, 05:54 WIB
Penulis : Afdal Namakule | Editor : Afdal Namakule
fin.co.id - Pemerintah mengerahkan 60.177 personel gabungan untuk mempercepat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia. Saat ini, upaya pemadaman diprioritaskan di Kalimantan Tengah dan Sumatera Selatan.
Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengatakan, laporan mengenai perkembangan penanganan karhutla telah diterima Presiden Prabowo Subianto dalam rapat terbatas di Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Senin 12 Oktober 2026.
Teddy menyampaikan, kebakaran masih ditangani di lahan dengan luas total 639 hektare yang tersebar di enam provinsi, terutama di wilayah Kalimantan dan Sumatera.
“Saat ini fokus utama tertuju pada dua provinsi, yaitu Kalimantan Tengah dan Sumatra Selatan,” kata Seskab Teddy menyampaikan isi rapat terkait karhutla di Istana.
Sebanyak 60.177 personel gabungan dilibatkan dalam operasi pemadaman darat. Mereka berasal dari unsur pemadam kebakaran (Damkar), TNI, Polri, Kementerian Kehutanan, Dinas Kehutanan di daerah, serta relawan.
Menurut Teddy, tingkat keberhasilan pemadaman di darat rata-rata telah melampaui 80 persen dari luas lahan yang baru terbakar setiap harinya.
Selain mengandalkan operasi darat, pemerintah juga melakukan pemadaman melalui jalur udara menggunakan metode pengeboman air atau water bombing dengan dukungan helikopter dan pesawat.
“Operasi udara melalui *water bombing* di sejumlah wilayah juga terus dilakukan untuk mempercepat pemadaman,” kata Seskab Teddy.
Di sejumlah wilayah lain, perkembangan penanganan karhutla menunjukkan kondisi yang lebih baik. Teddy menyebut Riau, Kalimantan Barat, Jambi, dan Kalimantan Selatan sebagai daerah yang mengalami perbaikan situasi.
Untuk mendukung upaya pemadaman, pemerintah terus mengoptimalkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) guna memanfaatkan pertumbuhan awan hujan. Langkah ini dilakukan seiring perkiraan awal musim hujan yang mulai merata pada pertengahan hingga akhir Oktober 2026.
Dalam rapat terbatas tersebut, Presiden Prabowo Subianto juga meminta seluruh pihak memperkuat penanganan karhutla dan mengoptimalkan sumber daya yang tersedia.
“Presiden meminta agar upaya penanganan karhutla terus diperkuat dan seluruh sumber daya dikerahkan secara optimal untuk mempercepat pemadaman serta mencegah meluasnya kebakaran,” kata Seskab Teddy.
Rapat terbatas yang membahas penanganan karhutla itu dihadiri sejumlah pejabat, antara lain Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Dudung Abdurachman, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Sugiono, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Pol. Suyudi Ario Seto, serta Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media