Celios Beri Rapor Merah Pemerintahan Prabowo-Gibran, Gerindra: Penilaiannya Tak Objektif!
Gerindra mengkritik laporan Celios soal dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran, termasuk survei 75 persen responden yang mengaku stres.
fin.co.id - Laporan evaluasi dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran yang dirilis Center of Economic and Law Studies (Celios) menuai keberatan dari Partai Gerindra. Partai pendukung pemerintah itu menilai hasil penilaian tersebut tidak objektif, terutama klaim bahwa 75 persen responden mengaku stres akibat kebijakan pemerintah.
Juru Bicara Partai Gerindra, Sugiat Santoso menilai laporan Celios memuat tuduhan tanpa bukti dan terlalu mendramatisasi dampak penyesuaian kebijakan ekonomi terhadap masyarakat.
Sugiat menegaskan, perubahan kebijakan fiskal dan ekonomi yang ditempuh pemerintah bertujuan menjaga kondisi keuangan negara dalam jangka panjang.
"Dinamika penyesuaian kebijakan fiskal dan ekonomi yang ditempuh pemerintah semata-mata dilakukan untuk menyelamatkan fondasi keuangan jangka panjang negara," katanya, Selasa, 13 Oktober 2026.
Baca Juga
Gerindra Pertanyakan Klaim 75 Persen Responden Stres
Sugiat mempersoalkan hasil survei Celios yang menyebut 75 persen responden mengalami stres akibat kebijakan pemerintah. Menurut dia, angka tersebut terlalu berlebihan karena menggambarkan penyesuaian ekonomi seolah-olah memberikan tekanan kepada seluruh masyarakat.
Ia menegaskan Presiden Prabowo Subianto tidak terpilih untuk menyenangkan para pengamat, melainkan menjalankan perubahan yang berdampak terhadap kesejahteraan masyarakat.
"Sangat disayangkan jika dinamika penyesuaian kebijakan ekonomi transisi ini digiring oleh pihak tertentu seolah-olah membuat seluruh rakyat stres, padahal mayoritas masyarakat tetap optimistis menatap masa depan," ujarnya.
Anggota DPR RI dari Fraksi Gerindra itu juga mempertanyakan metode penilaian Celios. Menurutnya, laporan tersebut lebih mencerminkan opini kelompok tertentu daripada ukuran objektif untuk menilai kinerja pemerintahan.
"Menuntut perubahan indikator makroekonomi secara drastis dengan mengabaikan pertumbuhan riil justru akan menjebak negara dalam ukuran-ukuran abstrak yang tidak menyentuh kebutuhan dasar perut rakyat sehari-hari," katanya.
Baca Juga
Sebagai gantinya, Sugiat menyatakan pemerintah tetap berfokus pada sejumlah indikator pembangunan, termasuk pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, dan pemerataan kesejahteraan.
Gerindra Bantah Kebebasan Sipil Dibatasi
Selain mempersoalkan penilaian ekonomi, Sugiat membantah anggapan bahwa pemerintahan Prabowo-Gibran membatasi kebebasan sipil. Ia berpendapat demokrasi tetap berjalan terbuka karena masyarakat masih dapat menyampaikan kritik kepada pemerintah, termasuk melalui publikasi laporan Celios.
Sugiat juga menegaskan penegakan hukum harus berjalan adil tanpa membedakan pihak yang melakukan pelanggaran.
Ia turut menanggapi kritik mengenai gaya komunikasi Presiden Prabowo. Menurut Sugiat, penilaian tersebut tidak mempertimbangkan karakter kepemimpinan yang mengutamakan ketegasan dan kepentingan negara.