Politik . 13/10/2026, 20:09 WIB
Penulis : Esnoe Faqih Wardhana | Editor : Esnoe Faqih Wardhana
fin.co.id - Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang didampingi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka sudah berjalan dua tahun. Menurut Center of Economic and Law Studies (Celios), dua tahun adalah waktu yang cukup bagi suatu pemerintahan untuk menunjukkan kinerjanya.
"Bulan madu telah usai, dan janji yang dulu diteriakkan Prabowo-Gibran dari panggung kampanye, kini harus berhadapan dengan harga bahan pokok, lapangan kerja, dan dompet rakyat," sebut pernyataan Celios dalam rapor yang mereka rilis, Senin, 12 Oktober 2026.
Celios sendiri adalah lembaga penelitian atau think tank independen di Indonesia yang berfokus pada isu-isu ekonomi, kebijakan fiskal, hukum, serta keadilan iklim.
Menurut Celios, studi ini sejatinya adalah refleksi dari tagihan masyarakat, mana yang sudah berjalan, mana yang hanya janji belaka, siapa yang paling diuntungkan, dan apa dampaknya ke masyarakat.
"Studi ini menjelaskan persepsi publik terhadap kepemimpinan PrabowoGibran serta capaian kinerja pemerintah. Dua tahun terakhir juga ditandai oleh pergantian menteri yang terlalu sering," lanjut pernyataan itu.
Celios menjelaskan, studi ini menggunakan pendekatan survei yang dirancang secara terpisah untuk masyarakat umum, dan kelompok ahli, dengan metode pengambilan sampel yang disesuaikan dengan karakteristik masing-masing kelompok.
Pengumpulan data mulai dilakukan sejak tanggal 15 September hingga 9 Oktober 2026. Survei masyarakat umum menggunakan pendekatan nonprobability sampling melalui Meta Ads, yang kemudian dilengkapi dengan pembobotan (weighting) untuk menyesuaikan komposisi sampel dengan karakteristik populasi yang menjadi acuan.
Dalam survei tersebut, Presiden Prabowo mendapat nilai rata-rata 4,6 dari 10 berdasarkan penilaian masyarakat (Gambar 1). Nilai 1 menjadi pilihan terbanyak (23%). Secara keseluruhan, 48% responden memberi nilai rendah (1–4), 23% menilai cukup (5–6), dan 28% menilai baik hingga sangat baik (7–10).
Sementara itu, ahli menilai kinerja Prabowo Subianto jauh lebih buruk, dengan nilai rata-rata sebesar 2,8
Berdasarkan penilaian masyarakat, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mendapat nilai rata-rata 4,9 dari 10. Sebanyak 45% responden memberi nilai rendah (1–4), 21% menilai cukup (5–6), dan 34% menilai baik hingga sangat baik (7–10). Persentase penilaian baik hingga sangat baik lebih besar dibanding Presiden (34% berbanding 28%).
Sementara itu, ahli menilai kinerja Gibran Rakabuming Raka jauh lebih buruk, dengan nilai rata-rata sebesar 2,2.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media