Hukum dan Kriminal . 13/10/2026, 20:47 WIB
Penulis : Mihardi | Editor : Mihardi
fin.co.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menggelar operasi tangkap tangan (OTT). Kali ini, operasi ke-22 sepanjang 2026 tersebut berkaitan dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Ketua KPK Setyo Budiyanto membenarkan adanya OTT tersebut. "Benar," kata Setyo dikutip dari Antara Jakarta, Selasa, 13 Oktober 2026.
Ia menjelaskan, tim KPK telah mengamankan sejumlah pihak untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Namun, identitas mereka belum disampaikan kepada publik.
"Ada beberapa pihak yang sudah diamankan, dan sedang dimintai keterangan," katanya.
Saat ditanya mengenai siapa saja pihak yang terjaring dalam operasi tersebut, Setyo menyebut informasi lebih terperinci akan disampaikan oleh Juru Bicara KPK Budi Prasetyo.
"Untuk detail siapa-siapa yang diamankan, nanti Jubir akan memberikan keterangan," ujarnya.
Sesuai ketentuan hukum acara pidana yang berlaku, KPK memiliki waktu 1 x 24 jam untuk menentukan status hukum pihak-pihak yang ditangkap dalam OTT tersebut.
Deretan OTT KPK Sepanjang 2026
Operasi tangkap tangan terkait BNPB ini menjadi rangkaian penindakan ke-22 yang dilakukan KPK sepanjang 2026. Sebelumnya, lembaga antirasuah tersebut telah menangani sejumlah perkara melalui operasi di berbagai daerah dan instansi.
Pada Januari 2026, KPK menggelar OTT pertama dengan mengamankan delapan orang pada 9–10 Januari. Operasi tersebut berkaitan dengan dugaan suap dalam pemeriksaan pajak di Kantor Pelayanan Pajak Madya Jakarta Utara, Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan, untuk periode 2021–2026.
Pada bulan yang sama, KPK juga menangkap Wali Kota Madiun Maidi dalam OTT kedua dan Bupati Pati Sudewo dalam OTT ketiga.
Memasuki Februari, KPK melakukan OTT keempat dengan menangkap Kepala KPP Madya Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Dalam operasi kelima, KPK menangkap Rizal, mantan Direktur Penindakan dan Penyidikan pada Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan yang saat itu menjabat Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Sumatera Bagian Barat.
Pada OTT keenam, KPK mengamankan Ketua Pengadilan Negeri Depok I Wayan Eka Mariarta dan Wakil Ketua PN Depok Bambang Setyawan.
Selanjutnya, pada Maret 2026, KPK melakukan operasi terpisah yang berujung pada penangkapan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, Bupati Rejang Lebong Muhammad Fikri Thobari, serta Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman.
Pada April, KPK menangkap Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo dalam OTT ke-10. Sementara itu, sepanjang Mei 2026 tidak ada operasi tangkap tangan yang dilakukan KPK berdasarkan kronologi tersebut.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media