Politik . 13/10/2026, 09:46 WIB
Penulis : Afdal Namakule | Editor : Afdal Namakule
fin.co.id - Anggota DPR RI Ahmad Sahroni menanggapi desakan Majelis Ulama Indonesia (MUI) agar konser penyanyi tenor asal Italia, Andrea Bocelli, dibatalkan. Sahroni meminta MUI lebih memprioritaskan tugas internal, terutama yang berkaitan dengan sertifikasi halal, ketimbang ikut mengurusi penyelenggaraan konser.
Konser Andrea Bocelli dijadwalkan berlangsung di Candi Borobudur pada 31 Oktober 2026 dan di Jakarta pada 3 November 2026.
Rencana pertunjukan tersebut menuai penolakan dari MUI karena persoalan yang berkaitan dengan dugaan keterlibatan sang penyanyi dalam kegiatan yang mendukung militer Israel.
Melalui akun Instagram @ahmadsahroni88, Sahroni menyampaikan kritik terhadap sikap MUI yang meminta konser tersebut dibatalkan.
"MUI fokus pada kerja-kerja sertifikat halal ya, jangan urusin konser-konser. Banyak tugas di internal MUI yang perlu dikerjakan," kata Sahroni di akun Instagramnya @ahmadsahroni88 dikutip, Selasa 12 Oktober 2026.
Menurut Sahroni, sertifikasi halal merupakan pekerjaan yang membutuhkan perhatian khusus. Karena itu, ia meminta MUI memastikan tugas tersebut berjalan dengan baik.
"Fokus pada kerja yang memang butuh kekhususan. Contoh sertifikat halal jangan sampai ada masalah, itu lebih penting," ungkap Sahroni.
Sebelumnya, Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri, Prof Sudarnoto Abdul Hakim, meminta konser Andrea Bocelli dibatalkan. Ia menyebut sikap tersebut didasarkan pada prinsip Indonesia yang menentang penjajahan dan mendukung perjuangan rakyat Palestina.
"Kali ini kembali saya ingin menegaskan bahwa rencana konser Andrea Bocelli harus dibatalkan demi menjaga prinsip keberpihakan kita pada kemanusiaan," ujar Sudarnoto dalam keterangannya.
MUI menyoroti informasi mengenai keterlibatan Andrea Bocelli dalam kegiatan penggalangan dana untuk Israel Defense Forces (IDF) di Los Angeles pada 2010. Penyanyi tersebut juga tercatat pernah menggelar konser di Tel Aviv pada 2022.
Bagi MUI, dugaan dukungan terhadap kekuatan militer yang dinilai terlibat dalam kejahatan kemanusiaan menjadi alasan untuk menolak penyelenggaraan konser tersebut.
"Jangan berikan panggung kepada siapa pun yang ikut mendanai pembunuh warga Gaza dan Palestina," kata Sudarnoto.
Sudarnoto juga menyayangkan dugaan dukungan dari kementerian terkait terhadap rencana kedatangan Andrea Bocelli, termasuk Kementerian Pariwisata serta Kementerian Kebudayaan dan Ekonomi Kreatif. *
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media