Nasional

Diduga Jadi Sumber Keracunan Menu MBG, SPPB di Batang Ditutup Permanen!

BGN menutup permanen SPPG di Kecamatan Bawang, Batang, terkait dugaan keracunan menu MBG. Pemda memperketat pengawasan dapur penerus.

Diduga Jadi Sumber Keracunan Menu MBG, SPPB di Batang Ditutup Permanen!
BGN menutup permanen SPPG di Kecamatan Bawang, Batang, terkait dugaan keracunan menu MBG.

fin.co.id - Penyaluran Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi ratusan penerima manfaat di Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, akan dialihkan ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terdekat, setelah salah satu dapur program tersebut ditutup permanen.

Badan Gizi Nasional (BGN) menetapkan penutupan itu terkait kasus dugaan keracunan makanan dari menu MBG yang dialami penerima manfaat.

Ketua Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Makan Bergizi Gratis Kabupaten Batang, Suyono mengatakan, pemerintah daerah kini berkoordinasi dengan koordinator wilayah (korwil) untuk memastikan distribusi makanan tetap berjalan. Pembagian penerima manfaat akan mengikuti skema yang diatur oleh sistem pusat.

"Saya sudah telepon korwil. Nanti pembagian penerima manfaat itu akan terbagi ke SPPG terdekat, itu pun tersistem dari pusat sedangkan dari pihak sini tinggal menerima saja," katanya, dikutip Kamis, 15 Oktober 2026.

Suyono, yang juga menjabat Wakil Bupati Batang, menyampaikan bahwa kepastian penutupan operasional SPPG di Kecamatan Bawang telah ditetapkan oleh BGN. Namun, pemerintah daerah masih menunggu dokumen resmi terkait hasil pemeriksaan laboratorium sampel makanan yang diduga memicu keracunan massal.

BGN Tetapkan Penutupan Permanen SPPG di Batang

Menurut Suyono, informasi mengenai penutupan permanen dapur tersebut sebenarnya sudah ia dengar sejak akhir pekan sebelumnya. Meski demikian, ia belum menyampaikan informasi itu kepada publik karena belum menerima pemberitahuan tertulis dari pemerintah pusat.

"Sebetulnya penutupan permanen itu sudah sejak hari Minggu yang lalu saya dengar informasinya. Akan tetapi, saya belum berani menyampaikan karena belum ada secara tertulis dari pusat," katanya.

Hingga kini, pemerintah daerah juga belum menerima salinan dokumen resmi hasil uji laboratorium sampel makanan dalam kasus dugaan keracunan tersebut. Karena itu, Suyono meminta masyarakat menunggu informasi lebih lanjut.

"Jadi, kami belum dapat membeberkannya ke publik. Tunggu saja nanti," katanya.

Pemda Perketat Pengawasan Dapur MBG

Untuk menjaga agar pelayanan gizi tetap berlangsung, pemerintah daerah memastikan SPPG yang mengambil alih penyaluran makanan memiliki kapasitas produksi yang memadai dan mematuhi standar keamanan pangan.

Suyono mengatakan, pihaknya memperketat pengawasan terhadap seluruh pengelola SPPG. Ia juga meminta setiap pengelola dapur MBG melakukan evaluasi menyeluruh sebelum tim Satgas menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke lapangan.

"Kami memperketat pengawasan terhadap seluruh pengelola SPPG. Kami juga menginstruksikan seluruh pengelola dapur umum MBG untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh sebelum tim satgas menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke lapangan," katanya.

Ia menegaskan, kepatuhan terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP) harus diterapkan sejak proses sanitasi, pengolahan bahan pangan, hingga penyajian makanan. Seluruh pengelola diminta segera membenahi kekurangan sebelum pemeriksaan dilakukan.

"Seluruh SPPG harus memenuhi SOP. Kalau tidak memenuhi SOP, dari sekarang dibenahi sebelum saya turun ke sarana keseluruhan di lapangan," katanya.

Berita Terkait