Nasional . 15/10/2026, 22:50 WIB
Penulis : Esnoe Faqih Wardhana | Editor : Esnoe Faqih Wardhana
fin.co.id - Jamaah umrah Indonesia diminta lebih cermat memilih rute penerbangan, terutama jika harus transit di wilayah tertentu di tengah meningkatnya eskalasi geopolitik Timur Tengah. Pemerintah mengimbau jamaah menghindari kawasan yang dianggap rawan dan mengikuti informasi dari otoritas setempat.
Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf menyampaikan imbauan tersebut saat menghadiri "8th International Hajj Fund 2026" di Jakarta, Kamis, 15 Oktober 2026. Ia mengingatkan jamaah yang menggunakan penerbangan transit agar lebih berhati-hati sebelum melanjutkan perjalanan ke Tanah Suci.
“Tetap berhati-hati, terutama buat umrah yang harus transit ke daerah-daerah tertentu yang harus dicermati,” ujar Menhaj Irfan.
Peringatan itu disampaikan menyusul serangan kelompok Houthi terhadap bandara di Riyadh, Arab Saudi, beberapa waktu lalu. Sejumlah jamaah umrah dari sejumlah negara dikabarkan menjadi korban dalam serangan tersebut.
Meski situasi geopolitik di kawasan tersebut menjadi perhatian, Irfan mengatakan laporan yang diterimanya menunjukkan penerbangan langsung atau direct menuju bandara di Jeddah dan Madinah masih tergolong aman. Ia juga menyebut belum ada keterlambatan penerbangan hingga satu sampai dua jam.
“Sampai hari ini setelah penerbangan langsung, itu masih aman. Tidak ada keterlambatan yang sampai satu hingga dua jam. Alhamdulillah masih aman,” kata Menhaj Irfan.
Kendati demikian, ia tetap meminta jamaah umrah Indonesia meningkatkan kewaspadaan selama perjalanan. Jamaah juga diminta tidak mendatangi wilayah yang dinilai rawan serta mematuhi informasi dan arahan dari otoritas setempat.
Sebelumnya, Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak juga mengimbau jamaah umrah Indonesia untuk memilih penerbangan langsung dari bandara di Indonesia menuju Madinah atau Jeddah.
“Kemlu RI dan Kemenhaj hanya mengimbau agar jamaah Indonesia memilih penerbangan direct ke Madinah atau Jeddah,” ujar Wamenhaj Dahnil.
Dahnil mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI dan otoritas Arab Saudi untuk memantau perkembangan situasi di Arab Saudi.
Hingga saat ini, menurut Dahnil, belum ada keputusan untuk mengeluarkan imbauan ataupun larangan perjalanan ke Arab Saudi.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media