Pramono Klaim Kemiskinan Jakarta Turun ke 3,96 Persen
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan tingkat kemiskinan di Ibu Kota kini mencapai 3,96 persen. Angka tersebut menjadi capaian pertama Jakarta dengan tingkat kemiskinan di bawah 4 persen.
fin.co.id – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan tingkat kemiskinan di Ibu Kota kini mencapai 3,96 persen. Angka tersebut menjadi capaian pertama Jakarta dengan tingkat kemiskinan di bawah 4 persen.
Selain kemiskinan, tingkat pengangguran di Jakarta juga tercatat berada di bawah 6 persen, yakni sebesar 5,79 persen.
Meski demikian, Pramono menilai ketimpangan ekonomi masih menjadi pekerjaan rumah yang perlu mendapat perhatian serius dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Hal itu tercermin dari rasio gini Jakarta yang masih berada di angka 0,435.
“Bahkan sekarang ini untuk tingkat kemiskinan, Jakarta itu enggak pernah di bawah 4%. Sekarang ini kita 3,96%. Baru pertama kali. Tingkat pengangguran di bawah 6%, 5,79%,” kata Pramono dalam sambutannya pada acara Jakarta Contributors Award, Kamis, 15 Oktober 2026.
Baca Juga
Pramono menjelaskan, tingginya ketimpangan ekonomi menjadi tantangan tersendiri bagi Jakarta yang berperan sebagai pusat perekonomian nasional.
Menurutnya, Jakarta menjadi tempat berkumpulnya kelompok masyarakat dengan kekayaan besar. Namun, di sisi lain, masih terdapat warga yang berada dalam kondisi rentan dan membutuhkan perhatian lebih dari pemerintah.
“Ada satu faktor yang selalu saya jelaskan berulang kali, yaitu yang berkaitan dengan Gini rasio yaitu 0,435. Apa itu Gini rasio? Gini rasio adalah perbandingan orang kaya miskin yang ada di Jakarta. Singkatnya, semua orang kaya pasti ada di Jakarta. Minimum rekeningnya ada di Jakarta,” tuturnya.
Karena itu, Pramono menegaskan Pemprov DKI Jakarta perlu memperkuat perhatian terhadap kelompok masyarakat yang masih menghadapi kerentanan sosial dan ekonomi.
Menurutnya, penanganan persoalan kesejahteraan tidak cukup hanya dengan menurunkan angka kemiskinan dan pengangguran. Pemerintah juga harus memastikan masyarakat memperoleh akses terhadap layanan dasar serta perlindungan sosial yang memadai.
Pramono mengatakan, sejak awal menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta, dirinya telah menetapkan tiga sektor utama yang menjadi perhatian khusus pemerintah daerah, yakni pendidikan, kesehatan, dan bantalan sosial.
Baca Juga
Ketiga sektor tersebut menjadi fokus dalam upaya memberikan dukungan kepada masyarakat, terutama kelompok yang membutuhkan perlindungan dan bantuan pemerintah.
“Ketika dari awal sejak saya dilantik, saya selalu mengatakan ada tiga hal yang harus menjadi perhatian khusus Balai Kota sekarang ini. Satu pendidikan, kedua kesehatan, yang ketiga adalah bantalan sosial,” tuturnya.