Viral . 15/10/2026, 13:03 WIB

Viral Pria Berjaket Ojol Jual BBM Eceran ke WNA Rp200 Ribu per Botol di Bali, Polisi Siapkan Sanksi Pidana

Penulis : Ari Nur Cahyo  |  Editor : Ari Nur Cahyo

fin.co.id — Sebuah video yang memperlihatkan aksi seorang pria berpakaian pengemudi ojek online (ojol) diduga menjual Bahan Bakar Minyak (BBM) eceran kepada warga negara asing (WNA) di Bali dengan harga fantastis mendadak viral di media sosial. Pria tersebut mematok harga hingga Rp200 ribu hanya untuk 1,5 liter bensin di tengah kondisi kelangkaan BBM dan antrean panjang di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

Berdasarkan narasi yang beredar di media sosial, peristiwa tersebut diduga berlangsung di kawasan Canggu, Kuta Utara, Kabupaten Badung, Bali. Praktik penjualan BBM dengan harga selangit ini menuai kecaman publik lantaran memanfaatkan situasi masyarakat yang sedang kesulitan mendapatkan bahan bakar akibat gangguan pasokan.

Menanggapi fenomena tersebut, Kapolres Badung AKBP Joseph Edward Purba mengimbau keras masyarakat agar tidak menyalahgunakan BBM bersubsidi demi meraup keuntungan pribadi secara ilegal.

Joseph secara khusus melarang tindakan modifikasi tangki kendaraan maupun pengisian menggunakan jeriken untuk memperjualbelikan kembali BBM subsidi ke masyarakat.

"Kami imbau dilarang menggunakan tangki modifikasi untuk membeli BBM subsidi untuk diperjualbelikan. Dilarang keras melangsir BBM subsidi ke jerigen untuk diperjualbelikan," tegas Joseph pada Kamis (15/10/2026).

Guna mengantisipasi maraknya praktik penimbunan dan penyelewengan, Polres Badung mengerahkan personel untuk memperketat penjagaan di seluruh SPBU di wilayah hukumnya hingga distribusi pasokan kembali normal.

Joseph juga mengingatkan bahwa para pelaku penyalahgunaan BBM bersubsidi terancam sanksi pidana berat sesuai Pasal 55 juncto Pasal 53 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi.

"Ancaman hukuman 6 tahun penjara dan denda maksimal Rp60 miliar," kata Joseph menambahkan.

Marak Penjualan BBM Online Berharga Selangit di Denpasar dan Badung

Fenomena kelangkaan pasokan BBM di Bali memicu maraknya praktik penjualan bensin eceran melalui platform digital seperti TikTok, Facebook, hingga Threads, khususnya di kawasan Denpasar dan Badung. Sebagian warga terpaksa membeli BBM eceran dari media sosial dengan harga berkali-kali lipat demi menghindari antrean kendaraan yang mengular berjam-jam di SPBU.

Para penjual menjajakan BBM jenis Pertalite maupun Pertamax dalam kemasan botol air mineral berukuran sedang hingga besar. Harga yang ditawarkan bervariasi mulai dari Rp50 ribu hingga Rp100 ribu per botol, bahkan beberapa penjual mematok harga lebih tinggi dari kisaran tersebut.

Saat ini, pihak kepolisian bersama Pertamina dan pemerintah daerah terus berkoordinasi guna memulihkan rantai distribusi BBM di Bali. Pihak kepolisian juga tengah mendalami dan memastikan detail lokasi serta fakta transaksi dalam video viral penjualan BBM seharga Rp200 ribu kepada WNA tersebut.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com