Megapolitan

Viral Pelari JRF 2026 Panjat Pagar gegara Gagal Cut-Off, Pramono Anung Buka Suara

Dalam rekaman yang beredar, petugas terlihat menutup akses lintasan setelah batas waktu *cut-off point* (COP) terlewati. Namun, sejumlah pelari tetap berusaha melanjutkan lomba.

Viral Pelari JRF 2026 Panjat Pagar gegara Gagal Cut-Off, Pramono Anung Buka Suara
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo di Balai Kota Jakarta, Rabu, 5 Agustus 2026.

fin.co.id - Penyelenggaraan Jakarta Running Festival (JRF) 2026 menjadi sorotan setelah sejumlah pelari kategori half marathon gagal melewati batas waktu yang ditentukan. Video para peserta yang berusaha menerobos jalur meski sudah ditutup panitia viral di media sosial pada Minggu, 24 Oktober 2026.

Dalam rekaman yang beredar, petugas terlihat menutup akses lintasan setelah batas waktu *cut-off point* (COP) terlewati. Namun, sejumlah pelari tetap berusaha melanjutkan lomba. Bahkan, ada peserta yang terlihat memanjat pagar, membuka paksa pembatas, hingga melontarkan kata-kata kasar.

Menanggapi polemik tersebut, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan bahwa peserta harus mematuhi aturan batas waktu yang ditetapkan penyelenggara, terutama untuk kategori half marathon yang telah berstatus Gold Label.

“Karena half marathon itu kan sudah masuk dalam Gold Medal. Karena sudah masuk dalam Gold Medal, aturannya itu juga ketat. Itu bukan aturan yang dibuat oleh panitia, tetapi itu memang aturannya Gold Medal,” kata Pramono dalam pelepasan bendera (flag off) Jakarta Marathon 2026 di Jakarta, Minggu.

Menurut Pramono, ketentuan batas waktu bukan sekadar kebijakan internal panitia. Aturan tersebut berkaitan dengan standar kompetisi yang harus dipenuhi dalam penyelenggaraan lomba lari berlabel internasional.

Ia menilai seluruh peserta perlu memahami dan mengikuti ketentuan yang berlaku agar pelaksanaan perlombaan berjalan tertib.

Pramono mengungkapkan bahwa dirinya juga harus memperhitungkan batas waktu saat mengikuti kategori lari 10 kilometer (10K) dalam JRF.

Ia mengaku telah mendapat informasi mengenai batas waktu penyelesaian lomba. Karena itu, dirinya berusaha menjaga kecepatan agar tidak melewati tenggat yang ditentukan.

“Saya aja dikasih tahu bahwa ini dua jam, jadi tadi karena saya enggak mau apa, cut-off time, ya ngejar, luar biasa,” ucapnya.

Pramono menyelesaikan lari 10K dengan catatan waktu satu jam 49 menit. Meski berhasil menuntaskan lomba, waktu tersebut masih lebih lambat dibandingkan rekor pribadinya, yakni satu jam 32 menit.

Pengalaman itu, menurut konteks pernyataannya, menunjukkan bahwa batas waktu juga menjadi perhatian bagi peserta, termasuk dirinya sendiri.

Saat ditanya mengenai kemungkinan sanksi tersebut, Pramono menjawab singkat.

“Enggak, enggak, enggak.”

Polemik JRF 2026 pun menjadi perhatian publik, terutama terkait kepatuhan peserta terhadap batas waktu perlombaan. Penyelenggaraan kategori half marathon dengan standar Gold Label menuntut peserta mengikuti ketentuan yang telah ditetapkan, termasuk aturan COP dan cut-off tim (COT). *

Berita Terkait