Politik

Dituduh Terlibat Penyadapan HP Prabowo, Bahlil Murka: Saya Akan Proses Hukum!

Bahlil membantah tuduhan yang beredar di media sosial tersebut. Ia bahkan mengancam akan menempuh jalur hukum

Dituduh Terlibat Penyadapan HP Prabowo, Bahlil Murka: Saya Akan Proses Hukum!
Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia (ist)

fin.co.id – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sekaligus Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, bereaksi keras setelah namanya dikaitkan dengan dugaan kasus penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo Subianto.

Bahlil membantah tuduhan yang beredar di media sosial tersebut. Ia bahkan mengancam akan menempuh jalur hukum terhadap pihak-pihak yang menyebarkan informasi dan mencatut namanya tanpa dasar.

Tak hanya membantah, Bahlil juga mengaku menjadi salah satu korban penyadapan. Karena itu, ia meminta kepolisian mengusut secara menyeluruh kasus penyadapan terhadap kepala negara maupun sejumlah tokoh lainnya.

"Terkait proses penyadapan ke kepala negara dan beberapa pihak, kami meminta pada kepolisian untuk mengusut tuntas hal tersebut. Berkaitan dengan hal itu, saya juga disadap," kata Bahlil saat memberikan keterangan di Ambon, Sabtu 8 November 2026.

Pernyataan tersebut disampaikan Bahlil setelah melantik pengurus sekaligus membuka rapat kerja DPD Partai Golkar di Kota Ambon, Maluku.

Bahlil turut menanggapi spekulasi yang berkembang di media sosial terkait keberadaan seorang ketua umum partai politik di kawasan Widya Chandra beberapa jam sebelum penangkapan tersangka kasus penyadapan oleh Bareskrim Polri.

Narasi tersebut sebelumnya disampaikan oleh salah seorang pengamat intelijen dan kemudian menjadi perbincangan di berbagai platform media sosial.

Nama Bahlil ikut terseret dalam isu tersebut karena posisinya sebagai ketua umum partai politik yang berada di lingkaran pemerintahan.

Namun, Bahlil menegaskan dirinya tidak mengetahui identitas ketua umum partai yang dimaksud dalam narasi tersebut.

Ia mengaku justru mengetahui namanya mulai dikaitkan dengan isu itu setelah membaca sejumlah percakapan di grup WhatsApp.

"Tadi pagi saya baca grup-grup WhatsApp menyatakan hal itu mengarah ke saya. Itu tuduhan yang tidak benar dan tidak berdasar," ujarnya.

Merasa dirugikan akibat tuduhan yang berkembang, Bahlil meminta pihak kepolisian segera mengidentifikasi orang-orang yang menyebarkan informasi tersebut.

Ia juga memberikan tenggat waktu kepada sejumlah pihak yang telah mencatut namanya untuk menyampaikan klarifikasi dan permohonan maaf.

Bahlil menegaskan tidak akan tinggal diam apabila tuduhan tersebut terus disebarkan tanpa disertai bukti.

"Saya minta kepada pihak yang menggulirkan isu itu, jangan asal bicara dan saya minta polisi usut tuntas. Kepada beberapa orang yang sudah mencatut nama saya, saya akan memberikan somasi 3x24 jam terhitung sejak hari ini. Kalau tidak mengklarifikasinya, saya akan melakukan proses hukum," ujarnya.

Berita Terkait