Keracunan MBG Terus Terjadi, DPR Usul Korban Dapat Kompensasi
Persoalan keracunan yang terjadi dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali mendapat perhatian DPR RI.
Persoalan keracunan yang terjadi dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali mendapat perhatian DPR RI.
Pelajar SMK Sore Tulungagung yang mengalami gejala dugaan keracunan makanan usai mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) kini mencapai 15 orang.
Gibran menyayangkan sikap seorang karyawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Bantul yang mengolok-olok korban keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG).
BGN suspend SPPG Sidoarjo Talangangin Kalitengah selama 30 hari setelah 512 siswa diduga mengalami keracunan MBG.
BGN mengakui keracunan MBG di Sidoarjo terjadi akibat kelalaian SPPG. Makanan matang pukul 05.00 WIB, tetapi baru dimakan setelah pukul 12.00.
Kasus dugaan keracunan massal akibat mengonsumsi menu MBG terjadi sejak awal bulan di berbagai daerah di Indonesia.
BGN serahkan dugaan pidana kasus gangguan kesehatan usai konsumsi MBG ke aparat penegak hukum untuk diusut tuntas.
"Itu yang terjadi, setelah itu baru kita distribusikan ke sekolah. Nah, ada berbagai informasi yang katanya mau makan sudah busuk, kalau sudah tahu bau, kenapa dimakan, tabe," cetus Louice.
Febiola yang sebelumnya dikenal sebagai siswi berprestasi kini harus menjalani perawatan medis secara intensif. Keluarga menyebut kemampuan ingatannya mengalami penurunan hingga sekitar 70 persen.
Bobby menilai pemulihan kedua siswa tidak cukup hanya melalui penanganan medis. Kondisi mental dan psikologis mereka juga harus mendapat perhatian selama proses pemulihan.
Kasus dugaan keracunan menu MBG terjadi di Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Tercatat 411 penerima manfaat menjadi korban.
Video tersebut menjadi perhatian karena perempuan dalam rekaman diduga memeragakan kondisi seperti orang yang mengalami gangguan ingatan setelah menyantap makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).