Rupiah Tertekan ke Rp17.300 per Dolar AS, BI Pastikan Stabilitas Tetap Terjaga
Nilai tukar rupiah kembali mengalami tekanan seiring meningkatnya eskalasi konflik geopolitik di Timur Tengah.
Nilai tukar rupiah kembali mengalami tekanan seiring meningkatnya eskalasi konflik geopolitik di Timur Tengah.
Bank Indonesia menegaskan stabilitas rupiah jadi prioritas utama di tengah tekanan global. Ini strategi BI, penyebab pelemahan & dampak bagi ekonomi Indonesia
Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia memutuskan langkah intervensi di pasar off-shore dan domestik demi menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dari tekanan global yang meningkat
Senin 7 April 2025, nilai Rupiah telah menyentuh angka Rp 17.200 per Dolar AS. Kondisi ini menjadikan Rupiah sebagai mata uang terlemah di Asia Tenggara pada April 2025.
Kurs rupiah masih berisiko melemah terhadap dolar AS akibat sentimen negatif dari kebijakan tarif AS dan kekhawatiran inflasi
Rupiah melemah tipis, sentimen perdagangan AS-China dan data inflasi AS memengaruhi pergerakan mata uang.
Pengamat militer Connie Rahakundini ingatkan risiko ekonomi Indonesia jika rupiah terus melemah. Rp22.000 per Dolar AS bisa jadi ancaman, Indonesia bisa selesai
Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan setelah melemah signifikan hingga sempat menyentuh level Rp17.000 per dolar Amerika Serikat pada Senin 16 Maret 2026 pukul 14.39 WIB.
Managing Director Political Economy and Policy Studies (PEPS), Anthony Budiawan, memperkirakan rupiah berpotensi mengalami pelemahan signifikan hingga menembus Rp20.000 per dolar AS.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan pelemahan Rupiah ke level Rp17.095 per Dolar AS sudah masuk dalam simulasi APBN 2026.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, angkat bicara terkait pelemahan nilai tukar rupiah yang menyentuh level Rp17.105 per dolar Amerika Serikat pada Selasa, 7 April 2026.
Nilai tukar rupiah kembali berada di bawah tekanan dan menembus level Rp17.500 per dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Selasa 12 Mei 2026.
Polemik nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat kembali jadi perhatian publik setelah Presiden Prabowo Subianto menyinggung isu tersebut dalam pidatonya di Nganjuk, Jawa Timur.
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyatakan optimistis nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) akan kembali stabil di tengah tekanan yang terjadi di pasar keuangan.
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali mengalami pelemahan pada perdagangan Rabu pagi, 20 Mei 2026. Mata uang Garuda tercatat turun
Rupiah hari ini menguat ke Rp17.859 per dolar AS Senin pagi. Simak analisis teknikal, sentimen domestik, dan arah suku bunga global 2026 di sini.
Nilai tukar rupiah kembali mengalami tekanan dan menembus level psikologis Rp18.000 per dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan Rabu (8/7/2026).
Bank Indonesia dinilai masih punya ruang pangkas suku bunga acuan 25 bps Juli 2025, bila tekanan eksternal mereda dan inflasi tetap stabil
Sejumlah indikator untuk memperkuat argumennya, seperti indeks harga saham gabungan (IHSG) yang masih bertahan dari gejolak.
Rupiah diperkirakan stabil di kisaran Rp16.575–Rp16.700 per dolar AS setelah keputusan The Fed memangkas suku bunga acuan.
BI buka peluang turunkan Suku Bunga BI, tapi Ekonom Celios Nailul Huda peringatkan soal Rupiah dan kredit yang stagnan 7 persen-an.