Wall Street Menguat, Saham Nvidia Melonjak di Tengah Ketidakpastian Pasar
Saham Nvidia naik 3,57% di tengah penguatan Wall Street, meski pasar masih dibayangi ketidakpastian perang dagang dan laporan keuangan kuartal I
Saham Nvidia naik 3,57% di tengah penguatan Wall Street, meski pasar masih dibayangi ketidakpastian perang dagang dan laporan keuangan kuartal I
Di tengah perayaan Tahun Baru Imlek dan menjelang awal Ramadan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) justru ditutup di zona merah pada perdagangan Jumat, 13 Februari 2026.
IHSG melemah 0,11 persen ke 6.533,87 saat investor wait and see keputusan suku bunga The Fed pada pekan ini.
IHSG melemah 44,52 poin ke level 6.396 pada awal perdagangan Senin, sementara mayoritas indeks Bursa Asia menguat.
IHSG menguat 0,30 persen ke 6.055,16 mengikuti bursa Asia di tengah berkurangnya ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed.
IHSG anjlok 8,01 persen hingga memicu trading halt. DPR meminta BEI memperbaiki kinerja dan mengakomodasi masukan MSCI.
IHSG melemah 3,64 persen ke level 4.996,61 akibat sentimen MSCI, tekanan saham teknologi Asia, dan kenaikan harga minyak dunia.
Harga Bitcoin melonjak lebih dari 5% ke US$ 93.000 pada Rabu (23/4/2025), didorong sentimen positif dari kebijakan tarif AS. Ethereum, Solana, dan DOGE juga ikut terapresiasi
Lonjakan tersebut dipicu oleh laporan keuangan positif dari sejumlah perusahaan besar seperti Idexx dan Tyson
Ia juga berupaya meyakinkan pasar saham AS yang telah terjerumus ke dalam kekacauan akibat perang yang masih bergema di Timur Tengah.
KOSPI dan Nikkei melonjak ke level tertinggi meski ketegangan AS-Iran meningkat. Investor fokus pada kinerja saham teknologi dan sentimen global.
IHSG melemah 0,48% ke 6.064,27. Investor mencermati harga minyak, inflasi AS, ketegangan Timur Tengah, dan agenda ekonomi global.
Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melontarkan candaan tentang Presiden Prabowo Subianto saat menyampaikan orasi ilmiah dalam Dies Natalis FISIP Universitas Padjadjaran (Unpad) ke-68
Pasar saham Indonesia tertekan setelah Morgan Stanley Capital International (MSCI) mengumumkan konsultasi terkait rencana penurunan klasifikasi pasar modal Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market.
Rupiah melemah ke Rp18.035 per dolar AS di tengah sorotan MSCI, sanksi OJK Rp2,1 triliun, dan lonjakan harga minyak dunia.