Kabar Berbedar Benjamin Netanyahu Tewas Diserang Rudal Iran, Benarkah?
Isu mengenai keselamatan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu ramai beredar di tengah meningkatnya konflik antara Iran dan Israel.
Isu mengenai keselamatan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu ramai beredar di tengah meningkatnya konflik antara Iran dan Israel.
Hubungan diplomatik antara China dan Jepang kembali memanas setelah seorang diplomat China melontarkan ancaman ekstrem terhadap Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi.
Pemerintah Jepang secara resmi mengeluarkan peringatan keamanan kepada seluruh warganya yang tinggal di China
Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi secara resmi membubarkan parlemen pada Jumat 23 Januari 2026, membuka jalan bagi pemilu nasional yang dijadwalkan berlangsung pada 8 Februari 2026.
Trump juga memperingatkan Perdana Menteri Kanada Mark Carney, bahwa kesepakatan dengan China akan membahayakan negaranya.
Semua warga Malaysia, tanpa memandang pendapatan, akan menikmati harga RON95 bersubsidi sebesar RM1,99 per liter, turun dari sebelumnya RM2,05 per liter.
Spekulasi mengenai kondisi bahkan kabar kematian Perdana Menteri Benjamin Netanyahu ramai beredar di media sosial dalam beberapa hari terakhir.
Kabar yang menyebut Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu meninggal dunia. Informasi itu muncul di tengah meningkatnya konflik antara Israel dan Iran
Perdana Menteri Benjamin Netanyahu akhirnya kembali tampil di hadapan publik setelah sempat beredar kabar dari sejumlah media di Teheran yang menyebut dirinya tewas akibat serangan rudal Iran.
Kabar kematian Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu menguat setelah dilaporkan tidak menghadiri pertemuan penting Dewan Militer Israel.
Kabar mengenai kematian Perdana Menteri Israel mendadak ramai diperbincangkan di media sosial. Rumor yang menyebut Benjamin Netanyahu tewas akibat serangan Iran viral
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengungkapkan bahwa kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Jepang merupakan respons atas undangan resmi dari Kaisar Jepang.
Pernyataan itu disampaikan Netanyahu dalam rekaman yang disiarkan media Israel Channel 12 pada Kamis 28 Mei.