Iran Tak Gentar! Tetap Lanjutkan Pengayaan Uranium Meski Digempur Israel-AS
Meski diserang Israel dan AS, Iran bersikeras tetap melanjutkan pengayaan uranium sesuai aturan Traktat Non-Proliferasi Nuklir (NPT)
Meski diserang Israel dan AS, Iran bersikeras tetap melanjutkan pengayaan uranium sesuai aturan Traktat Non-Proliferasi Nuklir (NPT)
Konflik militer antara Amerika Serikat dan Iran semakin menjadi sorotan global, bukan hanya karena eskalasi militernya, tetapi juga karena besarnya biaya yang harus dikeluarkan.
Dilaporkan kantor berita Iran, Tasnim News, 25 pusat medis hancur dan 200 anak telah gugur sejak serangan AS-Israel ke Iran dimulai akhir Februari lalu.
Pihak berwenang Iran telah menangkap 500 orang atas tuduhan spionase sejak dimulainya serangan oleh AS dan Israel.
Seorang pejabat tinggi Vatikan menyerukan AS dan Israel untuk mengakhiri perang di Timur Tengah. Sejak akhir bulan lalu, AS-Israel melancarkan serangan ke Iran.
IRGC mengumumkan gugurnya Brigadir Jenderal Ali Mohammad Naeini, juru bicara resmi IRGC. Ali gugur akibat serangan AS-Israel pada penghujung bulan suci Ramadan.
Iran mengancam akan meluncurkan serangan balasan yang jauh lebih berat jika militer AS dan Israel nekat mengulangi agresi udara mereka.