Internasional . 10/06/2025, 06:04 WIB
Penulis : Afdal Namakule | Editor : Afdal Namakule
fin.co.id - Aktivis lingkungan asal Swedia, Greta Thunberg diculik oleh zionis Israel saat kapal yang ia tumpangi sedang membawa bantuan ke Gaza di perairan Internasional.
Dalam sebuah video yang dirilis pada Senin, Thunberg mengaku dirinya dan sejumlah relawan telah diculik, dia meminta pemerintah Swedia agar bertindak membantu.
"Kami telah dicegat dan diculik di perairan internasional oleh pasukan Israel atau pasukan yang mendukung Israel. Saya mendesak semua teman, keluarga, dan kawan saya untuk menekan pemerintah Swedia agar membebaskan saya dan yang lainnya sesegera mungkin," ucap Thunberg dalam video yang dipublikasikan oleh Freedom Flotilla Coalition, kelompok yang mengoperasikan kapal tersebut.
Laporan sebelumnya dari Reuters menyebutkan bahwa kapal Madleen, yang membawa Thunberg dan sekitar sepuluh relawan pro-Palestina lainnya, dihentikan oleh militer Israel saat dalam pelayaran menuju Jalur Gaza. Kontak komunikasi dengan kapal itu kemudian terputus.
Otoritas Israel membenarkan bahwa kapal yang mengibarkan bendera Inggris itu sedang dalam perjalanan menuju pantai negara tersebut, dan menyatakan semua penumpang akan segera dipulangkan ke negara masing-masing.
Pihak Israel menilai tindakan Thunberg sebagai bagian dari upaya provokasi media, namun menyatakan bahwa bantuan kemanusiaan yang diangkut kapal Madleen tetap akan disalurkan ke Gaza melalui jalur resmi.
Sementara itu, para relawan mengklaim bahwa pelayaran mereka merupakan misi kemanusiaan, dengan tujuan membawa bantuan langsung kepada warga sipil di Gaza yang terdampak konflik.
Namun otoritas Israel memandang keberangkatan kapal tersebut sebagai aksi politis yang bertujuan membangkitkan opini publik global yang anti-Israel, di tengah meningkatnya krisis kemanusiaan di wilayah Gaza.
Kapal Madleen diketahui berangkat dari pelabuhan di Mesir sebelum dicegat di laut. Kini, nasib para relawan, termasuk Thunberg, menjadi sorotan dunia internasional, dengan desakan terhadap pemerintah terkait untuk memastikan keselamatan mereka. **
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media