Nasional . 22/07/2026, 10:43 WIB

Isu Panas Hubungan Prabowo-Gibran Retak Gara-Gara Posisi Duduk, Gerindra Respon Begini....

Penulis : Afdal Namakule  |  Editor : Afdal Namakule

fin.co.id - Isu hubungan Presiden Prabowo Subianto dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka disebut-sebut merenggang setelah keduanya tidak duduk berdampingan dalam Sidang Kabinet Paripurna. Menanggapi spekulasi tersebut, Partai Gerindra memastikan hubungan keduanya tetap solid dan tidak ada persoalan.

Ketua DPP Partai Gerindra Bambang Haryadi menilai munculnya berbagai asumsi terkait posisi duduk Prabowo dan Gibran hanya merupakan tafsir yang berlebihan. Menurutnya, pengaturan tersebut semata-mata berkaitan dengan kebutuhan teknis pelaksanaan sidang, bukan mencerminkan kondisi hubungan Presiden dan Wakil Presiden.

"Pak Presiden Prabowo dan Mas Wapres Gibran saling melengkapi dalam bekerja. Keduanya selalu kompak," kata Bambang di Jakarta, Rabu.

Bambang menegaskan, kekompakan Prabowo dan Gibran juga terlihat dari pembagian tugas dalam menjalankan roda pemerintahan. Selama ini, kata dia, Presiden memberikan ruang kepada Gibran untuk turun langsung ke berbagai daerah guna menyerap aspirasi masyarakat sekaligus memantau pelaksanaan program-program pemerintah.

"Itu bentuk kekompakan yang nyata antara Pak Presiden dengan Mas Wapres," kata dia.

Ia pun mengingatkan publik agar tidak mudah terpancing oleh berbagai narasi yang mencoba menggiring opini seolah-olah hubungan Prabowo dan Gibran sedang bermasalah.

"Ada pihak yang ingin memecah kekompakan keduanya, dengan memframing narasi provokatif. Tapi kami yakin masyarakat tidak akan terpengaruh," ujar Sekretaris Fraksi Gerindra DPR itu.

Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi juga telah memberikan penjelasan terkait posisi duduk Presiden dan Wakil Presiden yang tidak berdampingan saat Sidang Kabinet Paripurna pada Senin (20/7).

Prasetyo menyebut tata letak tempat duduk disesuaikan dengan kebutuhan Presiden Prabowo yang saat itu menyampaikan paparan panjang mengenai berbagai program pemerintah dengan dukungan data serta menggunakan perangkat teleprompter.

"Karena beliau (Presiden Prabowo) ingin menjelaskan banyak sekali program, maka kalau saudara-saudara perhatikan, banyaknya program itu juga harus diikuti atau didukung dengan data-data. Karena itu, kemarin beliau menggunakan alat bantu berupa teleprompter. Itulah yang kemudian menjawab pertanyaan mengenai lay out," ujar Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa 21 Juli 2026.

Ia menambahkan bahwa posisi Wakil Presiden dalam sidang tersebut tidak memiliki makna politik apa pun dan murni ditentukan berdasarkan kebutuhan teknis.

"Kalau saudara-saudara perhatikan, Bapak Presiden berada di tengah-tengah. Kalau yang dipertanyakan adalah posisi Bapak Wakil Presiden, menurut kami ini hanya masalah kebutuhan teknis semata," imbuhnya. *

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com