Internasional . 17/06/2025, 06:26 WIB
Penulis : Afdal Namakule | Editor : Afdal Namakule
fin.co.id - Ketegangan antara Iran dan Israel bukanlah hal baru dalam geopolitik Timur Tengah. Kedua negara saling berseberangan dalam banyak hal, terutama terkait pengaruh regional, isu Palestina, dan program nuklir Iran.
Yang terbaru, Israel melakukan serangkaian serangan ke Iran pada pekan lalu dan menewaskan puluhan orang termasuk petinggi militer. Serangan itu terkait pengembangan nuklir Iran.
Iran tak tinggal diam, negera Syi'ah ini membalas dengan meluncurkan ratusan rudal blastik ke Israel dan memporak-porandaka Tel Eviv. Puluhan tewas dan ratusan luka-luka.
Melihat kedua negara yang saling balasan serangan dengan rudal canggih, dari segi militer siapa yang lebih unggul? Mari kita simak ulasan berikut:
1. Kekuatan Personel dan Cadangan
Iran memiliki keunggulan dari segi jumlah personel. Berdasarkan data Global Firepower 2024, Iran memiliki lebih dari 610.000 personel militer aktif dan lebih dari 350.000 cadangan. Sebagai negara dengan populasi lebih dari 88 juta jiwa, Iran mengandalkan sistem wajib militer dan kekuatan paramiliter seperti Garda Revolusi (IRGC), yang sangat berpengaruh dalam operasi militer dan politik dalam negeri.
Sebaliknya, Israel memiliki sekitar 170.000 personel aktif dan lebih dari 450.000 cadangan, mengingat negara ini juga memiliki sistem wajib militer. Meski jumlahnya lebih kecil, tentara Israel dikenal sangat terlatih, disiplin, dan didukung oleh teknologi militer canggih, terutama dari Amerika Serikat.
2. Teknologi dan Persenjataan
Dalam aspek teknologi militer, Israel dianggap lebih unggul. Israel dikenal sebagai salah satu negara dengan industri pertahanan paling maju di dunia. Sistem pertahanan udara Iron Dome, Arrow, dan David’s Sling merupakan contoh teknologi mutakhir buatan dalam negeri yang diakui dunia.
Israel juga memiliki kekuatan udara yang sangat modern. Angkatan Udara Israel (IAF) mengoperasikan berbagai jet tempur canggih, termasuk F-35 Lightning II buatan AS, serta berbagai drone bersenjata dan alat intelijen siber kelas dunia.
Sementara itu, Iran lebih mengandalkan sistem pertahanan hasil produksi lokal maupun peninggalan era lama. Meski demikian, Iran menunjukkan kemajuan dalam teknologi rudal balistik. Rudal seperti Shahab-3 dan Khorramshahr memiliki jangkauan ribuan kilometer, dan disebut mampu menjangkau wilayah Israel. Iran juga memiliki kemampuan peperangan asimetris dan siber yang terus dikembangkan.
3. Nuklir dan Senjata Strategis
Salah satu isu paling sensitif dalam rivalitas ini adalah program nuklir Iran. Meski Iran mengklaim program nuklirnya untuk tujuan damai, negara-negara Barat, termasuk Israel, menuduh Iran diam-diam mengembangkan senjata nuklir.
Israel sendiri tidak pernah secara resmi mengakui memiliki senjata nuklir, namun diyakini memiliki sekitar 80–90 hulu ledak nuklir berdasarkan laporan lembaga internasional. Hal ini menjadi faktor penyeimbang strategis yang membuat konflik terbuka berskala besar antara kedua negara selalu ditahan.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media