Internasional . 17/06/2025, 09:09 WIB
Penulis : Afdal Namakule | Editor : Afdal Namakule
fin.co.id - Israel menyerang kantor berita milik pemerintah Iran, IRIB - dengan sebuah rudal pada Senin 16 Juni 2026. Seperti lewat sebuah video beredar di media social, pembawa acara TV, Sahar Emami sedang melakukan siaran langsung dengan memberitakan perang Israel dan Iran.
Namun secara tiba-tiba sebuah ledakan besar menghantam kantor berita tersebut, puing-puing bangunan memenuhi layar, pembawa acara pun kabur mencari tempat perlindungan. Dia melarikan diri dari studio dan terdengar seruan dari kru lain: 'Allahu Akbar'.
Serangan itu terjadi tak lama setelah militer Israel mengeluarkan ancaman terhadap Distrik Tiga Teheran, tempat kantor pusat IRIB berada.
Israel memang mengincar stadion televisi tersebut yang disebut sebagai corong propaganda.
"Corong propaganda dan hasutan Iran sedang dalam perjalanan untuk menghilang" kata Menteri Pertahanan Israel Katz.
Jumlah korban di kalangan jurnalis saat terjadi serang itu masih belum jelas. Foad Izadi, profesor hubungan internasional di Universitas Teheran, mengatakan ia khawatir akan ada banyak korban dari serangan itu. Sebab menurutnya itu gedung besar yang ditempati ratusan orang.
"Saluran berita Iran terletak di lantai pertama. Ada empat lantai di sana, dan di setiap lantai, setidaknya ada 200 hingga 300 orang yang bekerja," kata Izadi.
Dia memperkirakan serangan itu akan memicu kemarahan internasional dan dikutuk oleh media internasional.
Sementara itu, militer Israel mengonfirmasi dalam sebuah pernyataan bahwa mereka telah mengebom gedung penyiaran negara Iran di Teheran.
"Pusat ini digunakan oleh angkatan bersenjata untuk mempromosikan operasi militer dengan kedok sipil, sambil menggunakan sarana dan asetnya sendiri," katanya, tanpa memberikan bukti apa pun atas tuduhannya.
Pada Senin malam, Iran mengeluarkan peringatan evakuasi untuk saluran berita Israel. “Iran telah mengeluarkan peringatan evakuasi untuk saluran N12 dan N14 Israel. Perintah ini datang sebagai tanggapan atas serangan musuh Zionis terhadap layanan penyiaran Republik Islam Iran,” kata TV pemerintah Iran.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media