Viral . 23/07/2026, 11:31 WIB
Penulis : Ari Nur Cahyo | Editor : Ari Nur Cahyo
fin.co.id - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi meluncurkan langkah tegas demi meredam angka kriminalitas di wilayahnya. Mantan Bupati Purwakarta yang akrab disapa KDM ini resmi menggelar sayembara berhadiah uang tunai bagi warga yang berhasil menangkap dan melumpuhkan pelaku kejahatan jalanan.
Tidak tanggung-tanggung, Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyiapkan hadiah fantastis mulai dari Rp5 juta hingga Rp50 juta. Hadiah ini diperuntukkan secara khusus bagi warga yang mampu melumpuhkan pelaku tindak kriminal seperti begal, pencopet, maupun penjambret.
Kendati demikian, Dedi memberikan syarat mutlak dalam sayembara tersebut. Warga wajib menyerahkan pelaku kejahatan kepada pihak kepolisian dalam kondisi hidup dan tidak boleh mengambil tindakan main hakim sendiri yang melanggar hukum.
"Saya memberikan sayembara untuk seluruh warga Jabar yang bisa melumpuhkan maling, copet, jambret. Kami siapkan hadiah dari Rp 5 juta sampai Rp 50 juta, yang mampu melumpuhkan berbagai aksi kejahatan dan menyerahkannya kepada kepolisian dalam keadaan hidup," ujar Dedi di Bandung.
Selain menggandeng partisipasi aktif masyarakat melalui sayembara, Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus meningkatkan koordinasi intensif bersama jajaran aparat penegak hukum. Langkah taktis ini bertujuan memperketat sistem pengamanan, terutama pada titik-titik rawan kejahatan di kawasan aglomerasi Bandung Raya.
Pemerintah provinsi secara berkala berkomunikasi dengan Polda Jawa Barat guna merumuskan strategi pencegahan kriminalitas malam hari. Selain itu, koordinasi lintas wilayah juga dilakukan bersama Polda Metro Jaya demi mengantisipasi potensi pergerakan pelaku kejahatan di wilayah perbatasan.
"Kita terus berkoordinasi dengan jajaran kepolisian khususnya Polda Jabar dan kita juga akan berkoordinasi dengan Polda Metro Jaya untuk siaga menghadapi berbagai aksi kejahatan di Jawa Barat," jelas Dedi.
Sebagai langkah preventif jangka panjang, Dedi meminta para pemangku kepentingan di daerah untuk menggenjot intensitas patroli malam hari. Kehadiran petugas keamanan di ruang publik harus benar-benar dirasakan oleh masyarakat guna memberikan efek gentar bagi para pelaku kejahatan jalanan.
Ia menginstruksikan agar kendaraan operasional kepolisian, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), hingga Dinas Pemadam Kebakaran bersiaga di titik-titik strategis. Lampu rotator mobil patroli wajib menyala sepanjang malam sebagai tanda kehadiran negara dalam mengawal keamanan warga.
"Pertama, mobil patroli harus siaga dalam setiap malam, lampu tanda bahayanya harus terus menyala, Satpol PP, Damkar siaga di titik-titik strategis untuk mengantisipasi berbagai segala kemungkinan dalam setiap waktu," tegasnya.
Di samping pengamanan formal oleh aparat, Dedi juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menghidupkan kembali sistem keamanan lingkungan atau Siskamling. Tradisi gotong royong warga dalam menjaga keamanan perkampungan diyakini menjadi benteng pertahanan sosial yang paling efektif untuk menekan ruang gerak pelaku kriminal.
"Warga bersiskamling menjaga diri dan dijaga diri, ini adalah prinsip dasar kita hidup bergotong-royong," pungkasnya.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media