Internasional . 17/06/2025, 08:46 WIB

Kemlu RI Pastikan WNI di Israel dan Iran Aman di Tengah Konflik: Puluhan Tertahan Akibat Penutupan Wilayah Udara

Penulis : Afdal Namakule  |  Editor : Afdal Namakule

fin.co.id - Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) memastikan keselamatan seluruh Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di Iran dan Israel tetap terjaga, meskipun situasi keamanan di kawasan tersebut sedang memanas akibat aksi saling serang rudal antara kedua negara sejak akhir pekan lalu.

“Komunikasi dengan para WNI terus dilakukan ... hingga saat ini tidak ada WNI yang menjadi korban,” ujar Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI, Judha Nugraha, dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Senin malam 17 Juni 2025.

Judha mengungkapkan, saat ini terdapat sebanyak 386 WNI yang tinggal di Iran, sebagian besar merupakan pelajar dan mahasiswa yang bermukim di Kota Qom. Sementara itu, di Israel tercatat ada 194 WNI.

Untuk memantau situasi di lapangan, Kemlu terus menjalin koordinasi erat dengan sejumlah Perwakilan RI di kawasan Timur Tengah, termasuk Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Amman, Yordania, serta KBRI Teheran di Iran. Langkah ini dilakukan guna memastikan kondisi keamanan para WNI tetap terkendali di tengah konflik yang terus berkembang.

Namun, Judha juga menyampaikan bahwa sejumlah WNI mengalami kendala perjalanan akibat penutupan wilayah udara dan penghentian penerbangan yang terjadi menyusul eskalasi konflik tersebut.

“Para WNI yang melakukan perjalanan singkat tersebut terdampar karena tutupnya wilayah udara dan terhentinya penerbangan,” jelasnya.

Data dari Kemlu mencatat, terdapat 42 WNI yang merupakan peziarah di Israel, 8 jemaah haji asal Indonesia yang sedang berada di Yordania, serta 2 WNI peziarah di Teheran, Iran, yang saat ini belum bisa melanjutkan perjalanan pulang karena kondisi tersebut.

Situasi di kawasan memanas usai Israel melancarkan serangan udara terarah ke beberapa lokasi strategis di Teheran pada Jumat (13/6), termasuk ke fasilitas militer dan nuklir. Serangan ini kemudian dibalas oleh Iran dalam waktu singkat.

Puncaknya, pada Sabtu malam 14 Juni 2025, Iran meluncurkan fase ketiga operasi militer bertajuk True Promise III, yang menargetkan infrastruktur ekonomi dan industri di Haifa, kota pelabuhan utama Israel. Tak lama berselang, Israel melakukan serangan balasan dengan menggempur kantor Kementerian Pertahanan dan fasilitas penyimpanan minyak di ibu kota Iran.

Pemerintah Iran menyebutkan bahwa serangan Israel pada hari pertama menyebabkan 78 korban jiwa, dan serangan lanjutan menambah jumlah korban, termasuk anak-anak.

Konflik bersenjata ini turut menggagalkan putaran keenam perundingan nuklir tidak langsung antara Iran dan Amerika Serikat yang sebelumnya dijadwalkan berlangsung di Muskat, Oman, pada Minggu 15 Juni 2025. Negosiasi tersebut merupakan bagian dari upaya perdamaian yang dimediasi oleh pihak Oman. *

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com