Nasional . 26/06/2025, 16:52 WIB

Dasco: Proses Evakuasi Pendaki Brasil yang Jatuh di Gunung Rinjani Tak Terkait Efisiensi Anggaran

Penulis : Sigit Nugroho  |  Editor : Sigit Nugroho

fin.co.id - Kematian tragis pendaki asal Brasil, Juliana Marins (27), di Gunung Rinjani, Lombok, NTB, menuai perhatian publik internasional dan dalam negeri. Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, menyatakan duka cita mendalam atas kejadian tersebut dan berjanji akan melakukan evaluasi terhadap proses evakuasi yang dilakukan Basarnas.

“Kami ikut berbelasungkawa atas kejadian ini. Pemerintah sangat serius dan akan mengevaluasi segala hal terkait penanganan evakuasi,” tegas Dasco, di sela-sela kunjungannya ke Kantor Disway Group pada Kamis, 26 Juni 2025.

Juliana dilaporkan tewas setelah mengalami kecelakaan saat mendaki Gunung Rinjani. Proses evakuasi yang dinilai lamban memicu reaksi keras netizen, bahkan ratusan komentar dari warga Brasil memenuhi akun Instagram Presiden Prabowo Subianto, meminta percepatan bantuan.

Menanggapi hal itu, Dasco menjelaskan bahwa DPR akan memanggil Basarnas guna meminta penjelasan resmi mengenai kendala yang terjadi di lapangan. “Kami minta Komisi terkait segera memanggil Basarnas agar mereka bisa menyampaikan secara terbuka apa kendala sebenarnya. Jika ada kekurangan, kita bisa segera penuhi,” ujarnya.

Menurut Dasco, evaluasi diperlukan agar peristiwa serupa tidak terulang. Ia juga membandingkan kasus ini dengan situasi serupa yang tengah dihadapi WNI di Iran yang membutuhkan evakuasi segera. “Kita alami hal serupa dengan warga kita di Iran. Maka ini jadi momentum memperbaiki sistem tanggap darurat nasional,” lanjutnya.

Isu bahwa lambatnya evakuasi Juliana disebabkan oleh kebijakan efisiensi anggaran pemerintah juga ditepis tegas. Dasco memastikan bahwa anggaran efisiensi yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto justru ditujukan untuk mendukung hal-hal darurat seperti evakuasi.

“Setahu saya, efisiensi yang dilakukan Presiden itu justru diprioritaskan untuk kebutuhan mendesak seperti ini. Nanti akan saya cek lebih lanjut,” pungkasnya.

Kasus Juliana Marins membuka mata banyak pihak akan pentingnya kecepatan respons dalam penanganan bencana dan insiden di lokasi ekstrem seperti gunung. Tragedi ini diharapkan menjadi titik balik perbaikan sistem evakuasi nasional, tak hanya untuk warga negara Indonesia, tetapi juga untuk warga asing yang mengalami musibah di Indonesia. (*)

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com