Nasional . 23/07/2026, 06:28 WIB
Penulis : Afdal Namakule | Editor : Afdal Namakule
fin.co.id - Presiden Prabowo Subianto secara resmi mengukuhkan Sudaryono sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru pada Rabu, 22 Juli 2026.
Pengambilan sumpah jabatan dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo dan diikuti oleh pejabat yang dilantik di hadapan para pemangku kepentingan negara. Sudaryono menggantikan Nanik S. Deyang yang mundur diri karena masalah kesehatan.
"Demi Allah saya bersumpah, bahwa saya akan setia kepada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya dalam menjalankan tugas jabatan akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab," demikian bunyi sumpah jabatan tersebut dibaca oleh Prabowo dan diikuti oleh pejabat yang dilantik.
Prosesi sakral ini disaksikan oleh deretan pejabat tinggi negara, seperti Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Menko Pangan Zulkifli Hasan, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menkopolkam Djamari Chaniago, serta jajaran Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari dan Trenggono.
Berikut Profil Lengkap Sudaryono
Sudaryono atau yang akrab disapa Mas Dar, lebih dulu dikenal sebagai Wakil Menteri Pertanian RI dan Ketua DPD Partai Gerindra Jawa Tengah.
Pria bernama lengkap Sudaryono Eng., M.M., MBA itu lahir di Grobogan, Jawa Tengah, pada 23 Januari 1985. Ia berasal dari Dusun Mangunrejo, Desa Tambirejo, Kecamatan Toroh, dan tumbuh dalam keluarga petani sederhana.
Perjalanan hidup Sudaryono kerap menjadi perhatian karena berhasil menempuh pendidikan hingga ke luar negeri sebelum meniti karier di dunia profesional, organisasi, hingga pemerintahan.
Tumbuh dari Keluarga Petani
Sudaryono merupakan anak tunggal pasangan Yahyo dan Suwarni. Meski berasal dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi, ia dibesarkan dengan disiplin dan kemandirian sejak kecil.
Semasa kecil, Sudaryono terbiasa membantu pekerjaan orang tuanya. Ia mengangkut air dari sumur desa ke rumah yang berjarak hampir satu kilometer, serta membantu mencari pakan ternak dengan memikul jerami dari sawah.
Di sekolah, Sudaryono dikenal sebagai siswa berprestasi. Nilai rapornya selalu berada di atas angka delapan. Meski sering memilih duduk di bangku paling belakang, para guru menilai ia mampu memahami pelajaran dengan baik.
Ia memiliki kebiasaan belajar sebelum subuh sehingga materi yang diajarkan di kelas telah dipelajarinya terlebih dahulu.
Lulus dari SMP Favorit dan Raih Beasiswa Taruna Nusantara
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media