Hukum dan Kriminal . 15/07/2025, 18:25 WIB
Penulis : Sigit Nugroho | Editor : Sigit Nugroho
Pihak Kejagung mengungkapkan, saat ini penyidik masih terus menghitung potensi kerugian negara yang timbul akibat dugaan korupsi dalam pengadaan laptop Chromebook tersebut. Nilai proyek yang mencapai Rp9,9 triliun menjadi sorotan publik, mengingat program digitalisasi pendidikan diharapkan mampu meningkatkan mutu pendidikan nasional.
Hingga kini, pemeriksaan terhadap Nadiem Makarim masih berlangsung. Awak media pun terus menunggu keterangan resmi yang akan diberikan penyidik Kejagung usai proses pemeriksaan selesai. Kasus ini menjadi perhatian banyak pihak, sebab melibatkan dana publik dalam jumlah besar yang seharusnya digunakan untuk menunjang sektor pendidikan.
Jika terbukti terjadi penyimpangan, kasus ini berpotensi menjadi salah satu skandal korupsi terbesar di sektor pendidikan dalam beberapa tahun terakhir. Namun, Kejagung belum memberikan kepastian kapan penetapan tersangka akan diumumkan, mengingat proses penyidikan masih dalam tahap pendalaman bukti dan keterangan saksi.
Publik kini menanti kelanjutan pengusutan kasus yang menyeret nama Nadiem Makarim ini, demi memastikan akuntabilitas dan transparansi penggunaan anggaran negara, khususnya dalam program pengadaan perangkat digital untuk dunia pendidikan. (Candra Pratama)
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media