Megapolitan . 16/07/2025, 18:58 WIB
Penulis : Mihardi | Editor : Mihardi
- Merekontruksi waktu kematian secara akurat
- Melakukan wawancara mendalam kepada saksi serta rekan kerja
- Menelusuri kondisi psikologis dan relasi personal korban
- Menjalankan forensik tambahan terhadap benda-benda di TKP
Ia berharap dengan pendekatan tersebut, aparat penegak hukum dapat menemukan titik terang dalam kasus ini dan memberi keadilan bagi keluarga korban.
Kronologi Laporan dari Istri Korban
Diketahui bahwa istri dari diplomat yang hilang sempat beberapa kali menghubungi penjaga kos untuk mencari suaminya. Kepala Subbidang Penmas Polda Metro Jaya, AKBP Reonald Simanjuntak, mengungkapkan bahwa berdasarkan informasi dari penyidik, upaya komunikasi pertama dilakukan pada tanggal 7 Juli 2025 pukul 22.40 WIB, namun tidak berhasil karena nomor lama korban tidak aktif.
"Istri korban kemudian menghubungi kembali penjaga kos pada tanggal 8 Juli 2025, pukul 00.48 WIB, menggunakan nomor handphone yang baru," jelasnya kepada wartawan, Senin, 14 Juli 2025.
Penjaga kos kemudian memeriksa kamar korban namun tidak menemukan tanda-tanda mencurigakan. Permintaan pemeriksaan kembali kembali dilakukan oleh istri korban pada pukul 05.27 WIB.
Menanti Hasil Uji Laboratorium
Pihak kepolisian menyatakan bahwa mereka masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium dalam rangka mengungkap fakta melalui pendekatan scientific investigation.
"Penyelidik masih mengumpulkan keterangan dan bukti-bukti untuk mengungkap kasus ini," terang Reonald.
Proses Koordinasi Masih Berjalan
Saat ini, kepolisian juga telah menjalin koordinasi dengan instansi terkait untuk memperoleh data yang dibutuhkan dalam mengusut kasus tersebut.
"Hasil penyelidikan akan disampaikan setelah semua keterangan dan bukti-bukti terkumpul," ujarnya.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media