Ekonomi . 21/07/2025, 16:08 WIB

Prabowo Sebut Negara Rugi Rp100 Triliun per Tahun Akibat Beras Oplosan: Saya Tidak Terima

Penulis : Mihardi  |  Editor : Mihardi

fin.co.id - Presiden Prabowo Subianto mengatakan, adanya kerugian besar yang dialami negara akibat praktik pengoplosan beras. Berdasarkan laporan yang diterimanya, kerugian tersebut mencapai angka fantastis, yakni Rp100 triliun setiap tahunnya.

"Saya dapat laporan, kerugian yang dialami oleh ekonomi Indonesia, kerugian oleh bangsa Indonesia, adalah Rp100 triliun tiap tahun," ujar Prabowo dalam pidatonya saat meresmikan peluncuran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Klaten, Jawa Tengah, Senin, 21 Juli 2025.

Prabowo menyayangkan praktik curang tersebut yang justru merugikan negara di saat pemerintah berjuang keras mencari pemasukan.

"Menteri Keuangan kita setengah mati cari ang setengah mati pajak inilah Bea cukai inilah dan sebagainya ini Rp100 triliun kita rugi tiap tahun dinikmati oleh hanya 4,5 kelompok usaha," imbuhnya.

Mantan Menhan itu juga menjelaskan modus yang digunakan dalam penipuan ini, yaitu menjual beras biasa seolah-olah beras premium dengan cara memberikan label palsu.

"Harga Rp6.500 sudah harga dasarnya tapi jualnya permainan lagi, beras biasa dibungkus dikasih stempel beras premium, di atas harga eceran tertinggi saudara-saudara ini kan penipuan ini adalah pidana," tegas dia.

Menurut Prabowo, tindakan mengoplos beras tidak hanya merugikan secara ekonomi, tetapi juga merupakan bentuk pengkhianatan terhadap rakyat dan negara. Ia menilai praktik ini memperburuk posisi Indonesia secara nasional.

"Saya tidak terima. Saya disumpah di depan rakyat untuk memegang teguh undang-undang dasar. Dan menjalankan segala perundang-undangan dan peraturan yang berlaku," tutur Prabowo.

Presiden pun meminta aparat penegak hukum, khususnya Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Jaksa Agung ST Burhanuddin, untuk menindak tegas para pelaku dan menelusuri aliran dana dari praktik kecurangan tersebut.

"Saya perintahkan Kapolri dan Jaksa Agung, usut! tindak! Kalau mereka kembalikan Rp100 triliun itu oke," tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Prabowo juga kembali menyampaikan ancamannya terhadap pengusaha penggilingan padi yang tidak mematuhi aturan pemerintah. Ia menyatakan siap menyita usaha-usaha tersebut dan menyerahkannya kepada koperasi.

“Kalau penggiling padi tidak mau tertib, tidak mau patuh kepada kepentingan negara ya saya gunakan sumber hukum, saya akan sita penggilingan-penggilingan padi itu saya akan sita dan akan saya serahkan kepada koperasi untuk dijalankan,” ungkap Prabowo.

“Dan saya tidak salah, saya benar karena mereka mencari keuntungan yang luar biasa,” pungkasnya.

(Anisha Aprilia)

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com