Megapolitan . 01/08/2025, 16:52 WIB
Penulis : Mihardi | Editor : Mihardi
fin.co.id - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo mengatakan, kondisi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di Jakarta merupakan yang paling sehat dibandingkan dengan daerah lain di seluruh Indonesia.
Menurut Pramono, Ibu Kota memiliki jumlah BUMD terbanyak secara nasional. Namun bukan hanya dari segi kuantitas, ia juga menegaskan bahwa kualitas BUMD Jakarta juga berada di atas rata-rata.
"Jadi Jakarta ini BUMD-nya dibandingkan tempat lain memang paling banyak. Tetapi secara keseluruhan yang hijau juga paling banyak. Yang untungnya gede juga paling banyak," kata Pramono di Jakarta Pusat dikutip Jumat, 1 Agustus 2025.
Politikus dari PDI Perjuangan itu menyebut, mayoritas BUMD di Jakarta menunjukkan kinerja positif dan mencatatkan keuntungan yang signifikan.
Dorongan IPO untuk Dua BUMD Jakarta
Saat ini, Pramono tengah mendorong dua perusahaan milik daerah agar melantai di bursa saham atau melakukan Initial Public Offering (IPO). Kedua BUMD yang dimaksud adalah PT Bank Jakarta (Bank DKI) dan Perumda PAM Jaya.
"Yang sekarang sudah dalam persiapan dan secara resmi kami sudah mengirim surat juga kepada DPRD yaitu Bank Jakarta dan PAM Jaya," kata Pramono.
Ia berharap langkah ini dapat membuka ruang pengawasan yang lebih luas dari publik terhadap pengelolaan dua perusahaan tersebut. Menurutnya, keterlibatan publik sebagai pengawas akan mendorong transparansi dan profesionalisme dalam tubuh BUMD.
"Saya orang yang meyakini bahwa pengawasan publik itu akan jauh lebih baik dibandingkan dengan pengawasan yang bersifat birokrasi," tegasnya.
DPRD DKI Berikan Dukungan
Dukungan terhadap rencana IPO dua BUMD ini juga datang dari DPRD Provinsi DKI Jakarta, khususnya Komisi C yang membidangi keuangan.
Sekretaris Komisi C, Suhud Alynudin, menilai langkah untuk membuka kepemilikan saham kepada publik dapat menjadi sarana strategis dalam memperkuat permodalan dan pengawasan terhadap perusahaan milik pemerintah daerah.
“IPO tentu akan mendatangkan modal baru dan memunculkan pengawasan publik yang lebih luas. Nah, ini akan mendorong Bank DKI dan PAM Jaya semakin profesional,” ujar Suhud.
Suhud pun meminta agar kedua BUMD mempersiapkan diri secara menyeluruh sebelum resmi menjadi perusahaan terbuka. Karena begitu go public, segala aspek kinerja mereka akan dinilai langsung oleh masyarakat luas.
"Tentu harus disiapkan secara matang,” tegas Suhud.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media