Pakar AI Ini Tolak Tawaran Rp15 Triliun dari Mark Zuckerberg untuk Gabung dengan Meta
Andrew Tulloch, pakar kecerdasan buatan (AI) asal Australia, menjadi sorotan dunia teknologi setelah dilaporkan menolak tawaran fantastis senilai US$1 miliar (sekitar Rp15,5 triliun) dari CEO Meta, Mark Zuckerberg
“Saya sangat senang setidaknya sejauh ini belum ada orang terbaik kami yang memutuskan untuk menerima tawaran itu,” kata Altman.
Sumber lain menyebut bahwa eksekutif Meta sempat mendekati sedikitnya 12 karyawan Thinking Machines Lab dalam beberapa bulan terakhir. Namun semua tawaran tersebut ditolak. Tulloch dan timnya disebut tetap berkomitmen membangun teknologi AI yang aman dan etis.