Nasional . 07/08/2025, 19:36 WIB
Penulis : Mihardi | Editor : Mihardi
fin.co.id - Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon mendukung pernyataan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mut'i mengenai potensi negatif yang ditimbulkan oleh game daring Roblox, terutama terhadap anak-anak, dan remaja.
Keduanya menyoroti bahwa game online yang sangat populer tersebut dapat menimbulkan efek copycat behavior atau perilaku meniru secara langsung, yang dapat berdampak buruk pada perkembangan psikologis dan sosial anak.
Dalam forum diskusi publik mengenai pengaruh teknologi terhadap budaya yang berlangsung di Jakarta, Fadli menegaskan pentingnya perhatian terhadap fenomena ini.
“Saya sependapat kalau ada satu games yang mempromosikan atau ada unsur-unsur sadistik, kekerasan dan lain-lain itu juga bisa membahayakan, bisa memicu perilaku copycat,” ujar Fadli saat ditemui di Kantor Kementerian Kebudayaan, Kamis, 7 Agustus 2025.
Menurutnya, anak-anak cenderung meniru apa yang mereka lihat di platform digital. Oleh sebab itu, ia menekankan pentingnya membatasi dan mengawasi konten yang mereka konsumsi.
Fadli menyoroti peran vital orang tua dalam membimbing anak dalam penggunaan teknologi digital. Selain itu, ia menilai pengawasan dari pemerintah terhadap konten hiburan yang diakses anak-anak juga sangat diperlukan.
“Harus kita berikan satu penyadaran juga karena dalam film sekalipun kan ada (aturan) usia, ada standard,” tambahnya.
Ia mendorong keluarga untuk mengambil peran aktif, bukan hanya dengan melarang, tetapi juga dengan mendampingi dan memberikan pemahaman tentang literasi digital.
“Bukan hanya sekadar melarang, tetapi juga mendampingi. Edukasi tentang literasi digital harus dimulai dari keluarga,” tegas Fadli.
Langkah Kementerian Kebudayaan dan Kolaborasi Antarinstansi
Sebagai langkah nyata, Fadli menyebutkan bahwa Kementerian Kebudayaan akan segera menjalin kerja sama lintas kementerian, termasuk dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika serta Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, guna merumuskan langkah strategis menghadapi tantangan ini.
“Kami akan mengkaji lebih dalam tentang regulasi dan edukasi. Tujuan kami bukan untuk memblokir, tetapi untuk menciptakan ekosistem digital yang lebih aman dan positif bagi anak-anak. Kami juga akan bekerja sama dengan para pegiat pendidikan untuk menyisipkan nilai-nilai budaya dan etika bangsa dalam materi pembelajaran di sekolah,” pungkasnya.
(Hasyim Ashari)
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media