Nasional . 14/08/2025, 10:00 WIB

Kisah Jufri 12 Hari Terapung di Laut, Ditemukan Kapal Asing dan Dibawa Pulang ke Manado

Penulis : Afdal Namakule  |  Editor : Afdal Namakule

fin.co.id - Langkah kaki Jufri Mokodompis (53) terasa gontai namun pasti ketika keluar dari garbarata Bandara Sam Ratulangi, Manado, Rabu siang. Wajahnya yang legam terbakar matahari laut, tampak lelah sekaligus penuh rasa syukur. Di ujung koridor, sang istri dan anaknya telah menunggu, mata mereka berkaca-kaca, lalu pecahlah tangis haru saat pelukan erat menyatukan keluarga yang sempat terpisah oleh ganasnya laut selama 12 hari.

Warga Girian Indah, Kecamatan Girian, Kota Bitung, Sulawesi Utara itu, menjadi berita nasional setelah terapung sendirian hingga terseret arus sampai perairan Filipina. Perjalanan hidup dan matinya berakhir di dek kapal asing Asia Endeavor berbendera Bahamas, yang kala itu tengah berlayar dari Selandia Baru menuju Tokyo.

"Hari ini kita menyambut kedatangan bapak Jufri di mana beliau hanyut selama 12 hari dan diselamatkan kapal asing Asia Endeavor berbendera Bahamas yang berlayar dari New Zealand menuju Tokyo," kata Kepala Zona Tengah Bakamla RI yang diwakili Kepala Bidang Operasi Zona Tengah Bakamla RI, Kolonel Tio Togap Pasaribu, di Bandara Sam Ratulangi Manado.

Perjalanan dramatis itu bermula pada 17 Juli 2025. Saat itu, Jufri sedang menjaga rumpon (alat bantu untuk mengumpulkan ikan) sekitar 21 mil dari Pulau Lembeh, Kota Bitung. Tiba-tiba cuaca memburuk, angin dan ombak mengguncang. Tali pengikat rumpon putus, membuatnya hanyut tanpa arah.

Hingga belasan hari kemudian, tubuhnya, yang hanya ditemani lautan luas, terbawa arus ke wilayah perairan Filipina.

Bakamla mendapat kabar dari pemilik rumpon, Juma Sanali, warga Wangurer Barat, Kota Bitung, pada 29 Juli 2025. "Informasi tersebut diteruskan kepada Bakamla pusat, kemudian berkoordinasi dengan coast guard negara Jepang serta dibantu coast guard negara sahabat," ujar Kolonel Tio.

Tak hanya itu, Bakamla juga menghubungi Kedutaan Besar Republik Indonesia di Tokyo untuk mempercepat proses penyelamatan. "Pada tanggal 9 Agustus 2025 kami dapat kabar beliau telah diamankan di KBRI Tokyo dan akan kembali tanggal 12 Agustus 2025, dan tiba hari ini di Manado bertemu istri dan anaknya," tambah Kolonel Tio.

Bagi Jufri, pertemuan kembali dengan keluarganya adalah hadiah terbesar. Meski tubuhnya masih lemah, suaranya lirih, rasa syukurnya mengalir tanpa henti.

"Terima kasih kepada Allah, saya bisa selamat dan bisa kembali bertemu dengan keluarga. Terima kasih juga kepada Bakamla, kepada Asia Endeavor, Kementerian Luar negeri serta pihak-pihak yang telah membantu saya," katanya pelan.

Kini, di rumah sederhana mereka di Girian Indah, Jufri akan memulai babak baru. Laut mungkin telah menguji nyalinya, namun pelukan keluarga menjadi dermaga teraman yang ia dambakan.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com