Megapolitan . 18/08/2025, 16:53 WIB
Penulis : Mihardi | Editor : Mihardi
fin.co.id - Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Cipinang, Jakarta, berlangsung dengan suasana berbeda, Minggu, 17 Agustus 2025. Tidak hanya diikuti petugas dan warga binaan, tetapi enam narapidana kasus terorisme (napiter) juga mendapat kehormatan untuk mengibarkan Sang Saka Merah Putih di lapangan upacara.
Kepala Lapas Kelas I Cipinang, Wachid Wibowo menyampaikan, total ada 2.268 warga binaan di lapas tersebut, namun hanya 300 orang yang ditunjuk untuk mengikuti upacara sebagai perwakilan dari tiap blok. Dari jajaran pegawai, sebanyak 178 orang turut hadir.
"Kemerdekaan adalah hak seluruh bangsa. Melalui peringatan HUT RI, kami ingin meneguhkan kembali semangat persatuan, sekaligus menanamkan kesadaran bahwa cinta tanah air adalah bagian penting dalam proses pembinaan," ujarnya kepada awak media.
Selain pengibaran bendera, peringatan HUT RI di Lapas Cipinang juga dimeriahkan dengan lomba-lomba khas kemerdekaan yang melibatkan petugas maupun warga binaan.
"Semangat kebersamaan, sportivitas, dan gotong royong menjadi nilai utama yang dihidupkan dalam setiap kegiatan," tambahnya.
Upacara tersebut dipimpin oleh Yulius Jum Hertantono selaku Inspektur Upacara. Dalam amanatnya, ia menekankan bahwa makna kemerdekaan bukan sekadar peristiwa sejarah, tetapi juga amanah yang seharusnya diwujudkan dalam perubahan sikap ke arah yang lebih baik, termasuk bagi para warga binaan.
"Mengibarkan bendera adalah tanda kebanggaan terhadap bangsa. Ketika dilakukan oleh Warga Binaan, apalagi napiter, hal ini menunjukkan adanya perubahan cara pandang. Inilah esensi pemasyarakatan, yaitu menghadirkan proses pembinaan yang menumbuhkan kesadaran akan nasionalisme dan persatuan," tuturnya.
Suasana haru terasa saat bendera Merah Putih dikibarkan. Beberapa warga binaan tampak menundukkan kepala dengan penuh khidmat, bahkan salah seorang napiter terlihat menitikkan air mata.
Seorang napiter berinisial BS mengaku merasakan pengalaman yang berbeda ketika diberi kesempatan mengibarkan bendera.
"Dulu saya punya pandangan yang salah tentang negara. Tapi hari ini, saya berdiri tegak di bawah bendera Merah Putih dengan perasaan berbeda. Saya ingin berubah dan berkontribusi positif," ucapnya dengan mata berkaca-kaca.
Momen tersebut menjadi bukti bahwa semangat nasionalisme tetap bisa tumbuh di balik jeruji, sekaligus menegaskan peran pemasyarakatan dalam membina, mempersatukan, serta menumbuhkan rasa cinta tanah air bagi warga binaan.
(Rafi Adhi)
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media