Nasional . 19/08/2025, 15:29 WIB
Penulis : Sigit Nugroho | Editor : Sigit Nugroho
fin.co.id - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengungkapkan rencana besar pemerintahan Presiden Prabowo Subianto untuk membangun sebuah gedung monumental setinggi 40 lantai di kawasan strategis Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat.
Gedung yang akan dinamai Pusat Pengelolaan Dana Umat ini dimaksudkan sebagai pusat terpadu bagi lembaga-lembaga keuangan syariah dan pengelolaan dana umat Islam di Indonesia.
Pernyataan ini disampaikan oleh Menag Nasaruddin Umar dalam sebuah acara di Jakarta. Menurutnya, gagasan ini telah mendapat persetujuan langsung dari Presiden Prabowo Subianto.
"Bapak Presiden (Prabowo Subianto) telah setuju. Sebentar lagi kita akan menyaksikan pembangunan gedung lembaga pemberdayaan dana umat," ujar Nasaruddin dalam keterangan yang diterima Disway.id, Senin 18 Agustus 2025.
Gedung pencakar langit ini direncanakan akan dibangun di atas lahan strategis bekas Kedutaan Besar Inggris. Lokasi ini dipilih karena letaknya yang premium dan diharapkan dapat menjadi simbol kebangkitan dan profesionalisme pengelolaan dana umat di Indonesia.
Nasaruddin menjelaskan, pembangunan pusat ini terinspirasi dari potensi dana umat yang sangat besar, yang diperkirakan bisa mencapai Rp500 triliun per tahun.
"Kalau ini semuanya kita berdayakan, kita akan mengumpulkan dana umat Rp500 triliun per tahun,” ujar Menag.
Potensi ini mencakup zakat, infak, sedekah, dan wakaf yang selama ini belum terkelola secara optimal dan terpusat.
"Gedung ini tidak hanya akan menjadi pusat administrasi, tetapi juga simbol kemandirian dan kebangkitan ekonomi umat di Indonesia,” tegasnya," tambah Menag.
Nantinya, gedung ini akan menjadi kantor bagi berbagai lembaga pengelola dana umat, seperti Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Badan Wakaf Indonesia (BWI), Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), dan lembaga-lembaga keuangan syariah lainnya.
Dengan disatukannya lembaga-lembaga ini dalam satu atap, diharapkan akan terjadi sinergi dan koordinasi yang lebih baik dalam mengelola dan memberdayakan dana umat untuk kesejahteraan masyarakat.
Menurut Nasaruddin, ide ini muncul setelah berdiskusi dengan Presiden Prabowo mengenai optimalisasi dana umat. Presiden, kata Nasaruddin, mempertanyakan mengapa dengan potensi sebesar itu, lembaga-lembaga pengelola dana umat banyak yang masih belum memiliki kantor yang representatif.
"Presiden menanyakan kantor MUI di mana, Baznas di mana, BPKH juga masih menyewa. Lalu saya usulkan, bagaimana kalau kita bangun 40 lantai, Pak? Angka berkah itu, Arbain," tutur Nasaruddin menirukan percakapannya dengan Presiden.
Rancangan desain gedung tersebut, menurut Nasaruddin, kini sudah berada di tangan Presiden dan diharapkan proses pembangunannya dapat segera direalisasikan.
Kehadiran Pusat Pengelolaan Dana Umat di jantung ibu kota ini diharapkan tidak hanya menjadi ikon baru Jakarta, tetapi juga menjadi tonggak sejarah dalam upaya modernisasi dan profesionalisasi pengelolaan dana keumatan di Indonesia. (Hasyim Ashari)
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media