Dari Ducati Bodong hingga Dicopot dari Wamenaker, Begini Sepak Terjang Noel
KPK telah menetapkan Wamenaker Noel, bersama sepuluh orang lainnya sebagai tersangka dalam kasus dugaan pemerasan terkait sertifikasi K3 yang merugikan negara hingga Rp81 miliar.
fin.co.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker), Immanuel Ebenezer Gerungan atau dikenal Noel, bersama sepuluh orang lainnya sebagai tersangka dalam kasus dugaan pemerasan terkait sertifikasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang merugikan negara hingga Rp81 miliar. Ketua KPK, Setyo Budiyanto, menjelaskan, salah satu barang bukti yang disita dari Noel berupa motor mewah Ducati Scrambler biru dengan nomor polisi B 422 SUQ ternyata bodong.
"Tapi itu sebenarnya plat itu adalah plat yang jadi papernya belum ada. Dibeli secara off the road. Kalau nggak salah bulan April sudah dibeli, tapi sampai dengan sekarang belum dilakukan proses pengurusan untuk BPKP maupun STNK," ujarnya di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Jumat, 22 Agustus 2025.
Setyo menduga penggunaan pelat palsu tersebut disengaja agar keberadaan kendaraan tidak mudah terlacak. "Ini setidaknya juga mengindikasikan supaya tidak diketahui dulu kemudian dipasang plat yang kosong gitu ya," tambahnya.
OTT Berdasarkan Laporan Masyarakat
Baca Juga
Operasi tangkap tangan (OTT) ini, kata Setyo, berawal dari laporan masyarakat yang masuk ke KPK. Menindaklanjuti informasi tersebut, tim KPK bergerak pada 20–21 Agustus di sejumlah titik di Jakarta. Dari operasi itu, penyidik menyita 15 mobil mewah, 7 motor, dan menyegel ruang Direktorat Jenderal Binwasnaker & K3.
Dalam kasus ini, KPK menetapkan 11 orang tersangka, di antaranya:
1. Immanuel Ebenezer Gerungan (Wamenaker 2024–2025)
2. Irvan Bobby Mahendro, Koordinator Bidang Kelembagaan dan Personel K3 (2022–2025)
3. Gerry Aditya Hewanto Putra, Koordinator Bidang Pengujian dan Evaluasi Kompetensi K3 (2022–sekarang)
Baca Juga
4. Subhan, Subkoordinator Keselamatan Kerja Dit. Bina K3 (2020–2025)
5. Antasari Kusumawati, Subkoordinator Kemitraan dan Personel Kesehatan Kerja (2020–sekarang)
6. Fahrurozi, Dirjen Binwasnaker & K3 (Maret 2025–sekarang)
7. Hery Sutanto, Direktur Bina Kelembagaan (2021–Februari 2025)
8. Sekarsari Kartika Putri, Subkoordinator
Berita Terkait
KPK Dalami Aliran Uang Kasus Suap Bengkulu, Ketua Komisi I DPRD Diperiksa
Kedok Warung Kelontong hingga Konter Pulsa, 3 Penjual Obat Terlarang Dibekuk