Nasional . 27/08/2025, 15:27 WIB
Penulis : Sigit Nugroho | Editor : Sigit Nugroho
fin.co.id - Siapa sangka, di tengah tren harga beras dan bawang merah yang bikin pusing, Pemkot Semarang justru tampil dengan jurus jitu? Bareng Bank Indonesia Jawa Tengah, mereka tancap gas lewat Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar serentak di 1.530 titik RW se-Kota Semarang.
Acara ini dibuka di Lapangan Bumirejo, Pudak Payung, Banyumanik, pada Minggu, 10 Agustus 2025, dengan kehadiran Wali Kota Semarang Agustina, Deputi BI Jateng Andi Reina Sari, Ketua BULOG Cabang Semarang Rendy Ardiansyah, hingga para pelaku usaha pangan.
“GPM adalah wujud kepedulian pemerintah terhadap keterjangkauan harga dan ketersediaan pangan strategis,” tegas Agustina.
Data BI menunjukkan inflasi Kota Semarang Juli 2025 hanya 0,23% (month to month), di mana beras dan bawang merah jadi penyumbang utama. Karena itu, kolaborasi Pemkot, BI, BULOG, dan stakeholder lain jadi krusial untuk mengendalikan pasokan.
Bukan cuma itu, capaian Semarang juga bikin salut. Inflasi yang sempat tembus 22% berhasil ditekan jadi 6,7% dalam setahun terakhir. Gubernur Jawa Tengah Achmad Luthfi bahkan memberikan apresiasi langsung dalam High Level Meeting TPID Juli lalu.
Semarang punya sederet inovasi andalan:
Agustina menegaskan, GPM dan KEMPLING SEMAR bukan acara musiman. Program ini jadi strategi jangka panjang untuk menjaga ketahanan pangan, melindungi daya beli, sekaligus memastikan harga tetap stabil.
“Komitmen ini harus terus dijaga dengan inovasi dan sinergi. Hanya dengan itu, kesejahteraan warga bisa terlindungi,” tutup Agustina. (*)
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media