Megapolitan . 30/08/2025, 17:45 WIB

Stasiun MRT Istora Mandiri Ditutup, Layanan Transjakarta Terhenti Usai Kerusuhan

Penulis : Mihardi  |  Editor : Mihardi

fin.co.id - PT MRT Jakarta memastikan layanan MRT tetap berjalan normal pada Sabtu, 30 Agustus 2025, dengan pengoperasian tujuh rangkaian kereta (train-set) dan jarak kedatangan (headway) 10 menit sesuai jadwal akhir pekan. Namun, Stasiun MRT Istora Mandiri untuk sementara tidak bisa digunakan.

“Layanan akan beroperasi dengan 7 train-set dan headway 10 menit, sesuai jadwal perjalanan akhir pekan. Perlu diperhatikan bahwa Stasiun Istora Mandiri (IST) tidak melayani pelanggan dalam pola layanan operasi ini,” ujar Plt. Kepala Divisi Corporate Secretary PT MRT Jakarta (Perseroda), Ahmad Pratomo, dalam keterangan resminya.

Penutupan itu disebabkan kerusakan parah akibat aksi massa pada Jumat malam, 29 Agustus 2025, setelah insiden meninggalnya pengemudi ojek online Affan Kurniawan yang dilindas kendaraan taktis Brimob. Dari 13 stasiun MRT, hanya satu yang terdampak, sementara sisanya tetap melayani penumpang seperti biasa.

Ahmad menjelaskan, kerusakan di Stasiun Istora Mandiri meliputi kaca pecah serta beberapa mesin yang dijarah. Pihaknya belum menghitung nilai kerugian, sebab fokus utama saat ini adalah pemulihan layanan.

“Kami belum memutuskan untuk tindakan langkah hukum yang akan kami lakukan, tapi prioritas kami adalah memulihkan layanan, agar bisa secepat mungkin memberikan layanan optimal,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa perusahaan berkomitmen menjaga keselamatan serta menghadirkan perjalanan yang lancar, aman, dan nyaman bagi pengguna jasa.

Sementara itu, dampak kerusuhan juga melumpuhkan operasional Transjakarta. Tujuh halte hangus dibakar massa pada Jumat malam, membuat seluruh armada tidak beroperasi sejak pagi hari.

“Mempertimbangkan berbagai kondisi dan situasi yang belum kondusif, hingga pagi ini seluruh layanan Transjakarta belum bisa beroperasi melayani pelanggan,” kata Kepala Departemen Humas dan CSR Transjakarta, Ayu Wardhani.

Adapun tujuh halte yang terbakar meliputi Halte Polda Metro Jaya, Senen Toyota Rangga, Sentral Senen, Senayan BDKI, Gerbang Pemuda, Bundaran Senayan, dan Pemuda Pramuka.

Sebagai latar belakang, kerusuhan ini bermula dari insiden tewasnya Affan Kurniawan dalam aksi unjuk rasa pada Kamis, 28 Agustus 2025, malam di kawasan Pejompongan. Affan meninggal setelah terlindas kendaraan taktis Barracuda Brimob.

Atas peristiwa tersebut, tujuh anggota Brimob ditangkap, yaitu Kompol C, Aipda M, Bripka R, Briptu D, Bripda M, Baraka Y, dan Baraka J. Divisi Propam Polri menyatakan mereka melanggar kode etik kepolisian.

(Ayu Novita)

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com