Megapolitan . 02/09/2025, 11:06 WIB
Penulis : Sigit Nugroho | Editor : Sigit Nugroho
fin.co.id – PT Jasa Marga (Persero) Tbk memastikan perbaikan tujuh gerbang tol yang rusak akibat aksi demo beberapa hari lalu tetap berjalan sesuai rencana tanpa mengganggu kinerja keuangan perusahaan. Direktur Utama Jasa Marga, Rivan Achmad Purwantono, menegaskan dana yang dialokasikan untuk pemulihan mencapai sekitar Rp80 miliar.
“Kerusakan ini sudah masuk ke dalam perencanaan korporasi. Setiap perusahaan pasti punya cadangan dana untuk kondisi tidak terduga seperti ini. Jadi, dari sisi keuangan, Jasa Marga masih sangat mampu menanganinya,” ujar Rivan, ditemui di GT Pejompongan, saat mendampingi Menteri PU melakukan tinjauan fasum yang rusak, Selasa, 2 September 2025.
Menurut Rivan, seluruh gerbang tol yang terdampak—mulai dari Senayan, Slipi 1 dan 2, Pejompongan, Semanggi 1 dan 2, hingga Kuningan 1—akan kembali beroperasi normal secara bertahap. Jasa Marga menargetkan pada 7 September seluruh gerbang sudah bersih dan dapat digunakan dengan sistem manual maupun multi lane free flow rider.
Saat ini, dari total 22 gerbang tol otomatis (GTO), sebanyak 17 sudah bisa difungsikan. Sisanya ditargetkan beroperasi kembali penuh pada 10 September 2025.
“Kami prioritaskan dulu keamanan fisik agar tidak membahayakan pengguna jalan. Setelah itu, pelayanan transaksi manual tetap tersedia, lalu bertahap kembali ke sistem GTO seperti semula,” jelas Rivan.
Meski perusakan berdampak pada sistem server dan jaringan, Rivan memastikan Jasa Marga tidak menggunakan dana negara untuk perbaikan. Seluruh biaya ditanggung perusahaan sebagai bagian dari manajemen risiko.
“Kalau recovery dibiarkan berlarut, tentu akan memengaruhi pendapatan perusahaan. Karena itu, kami bergerak cepat agar arus lalu lintas tetap lancar dan pengguna tol bisa terlayani dengan baik,” tegasnya.
Perusahaan memperkirakan butuh waktu sekitar enam minggu untuk memastikan perbaikan fisik seluruh gerbang tol benar-benar rampung. Meski begitu, pengguna jalan tidak perlu khawatir karena transaksi tetap bisa dilakukan secara manual di semua titik yang rusak.
“Yang terpenting adalah masyarakat tetap bisa dilayani dengan baik. Traffic harus terjaga, jangan sampai rusaknya infrastruktur ini mengganggu kenyamanan mereka,” ucap Rivan.
Dengan strategi pemulihan cepat, Jasa Marga menegaskan pelayanan kepada pengguna jalan tetap menjadi prioritas utama. Manajemen juga memastikan dampak keuangan akibat kerusakan ini bisa dikelola tanpa mengganggu kinerja perseroan secara keseluruhan.
“Setiap korporasi punya contingency plan. Kami yakin recovery ini bisa diselesaikan sesuai target dan layanan untuk masyarakat tetap terjamin,” kata Rivan menutup pernyataannya. (*)
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media