Nasional . 02/09/2025, 10:01 WIB
Penulis : Sigit Nugroho | Editor : Sigit Nugroho
fin.co.id – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memastikan proses pemulihan fasilitas umum (fasum) yang rusak akibat gelombang demonstrasi di berbagai daerah Indonesia akan dilakukan secepat mungkin. Menteri PU Dody Hanggodo menyebutkan, pemerintah menargetkan perbaikan selesai maksimal dalam kurun waktu enam bulan.
“Kerusakan ada yang ringan, sedang, hingga berat. Untuk yang ringan bisa selesai dalam hitungan dua bulan, sedangkan kerusakan berat diperkirakan butuh waktu enam bulan,” kata Dody Hanggodo dalam keterangannya, Selasa, 2 September 2025.
Dody menegaskan, arahan Presiden jelas: fasum yang terbakar atau hancur harus segera dibangun kembali agar bisa kembali dimanfaatkan masyarakat. “Arahan Pak Presiden, semua yang terbakar langsung direhabilitasi. Jangan ditunda karena fasilitas publik adalah kebutuhan rakyat sehari-hari,” ujarnya.
Dody mengungkapkan, total anggaran yang disiapkan untuk pemulihan fasum mencapai sekitar Rp900 miliar. Dana tersebut digunakan untuk perbaikan berbagai infrastruktur publik di sejumlah daerah, dengan fokus terbesar di Jakarta sebagai pusat pemerintahan dan sorotan publik.
“Total seluruh Indonesia hampir Rp900 miliar, mulai dari kerusakan ringan sampai berat. Yang terbesar perbaikannya memang gedung-gedung DPRD, termasuk di Makassar dan beberapa daerah lain,” jelas Dody.
Kementerian PU memastikan bahwa dana tersebut diambil dari pos anggaran darurat. Dody menegaskan bahwa langkah cepat harus dilakukan agar kondisi darurat tidak berlarut. “Kami pakai anggaran darurat. Kalau nanti kurang, baru akan dievaluasi lagi. Yang penting saat ini pemulihan berjalan cepat,” katanya.
Menurut Dody, prioritas utama adalah memperbaiki fasilitas publik yang langsung bersentuhan dengan masyarakat, seperti jalan raya, gedung DPRD, serta sarana pemerintahan daerah. Beberapa bangunan yang terbakar habis akan langsung diratakan sebelum dibangun kembali.
“Jangan sampai perbaikan hanya setengah-setengah. Arahan Presiden jelas, semua harus tuntas. Kalau ada yang terbakar habis, ya harus dibongkar dan dibangun ulang,” ungkap Dody.
Meski target sudah ditetapkan, Dody mengakui ada tantangan besar, terutama untuk bangunan yang mengalami kerusakan parah. Namun, ia optimistis perbaikan bisa berjalan sesuai jadwal. “Yang berat memang butuh waktu, tapi kami berkomitmen agar pemulihan fasum selesai sesuai target,” tegasnya. (*)
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media