Megapolitan . 02/09/2025, 21:19 WIB
Penulis : Sigit Nugroho | Editor : Sigit Nugroho
fin.co.id — Polres Metro Bekasi Kota mengamankan 66 orang dalam aksi demonstrasi yang berujung ricuh di depan Mako Polsek Pondok Gede dan Mapolres Metro Bekasi Kota pada 30–31 Agustus 2025. Dari jumlah tersebut, 23 orang diketahui masih di bawah umur.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Bekasi Kota, AKBP Braiel Arnold Rondonuwu, menegaskan penanganan kasus yang melibatkan anak-anak tidak bisa dilakukan sembarangan. Aparat akan melibatkan sejumlah instansi terkait dalam proses hukumnya.
“Untuk terduga pelaku yang masih di bawah umur kami akan berkoordinasi dengan DP3A, Balai Pemasyarakatan (Bapas), dan KPAI,” jelas Braiel dalam keterangannya di Bekasi, Selasa, 2 September 2025.
Berdasarkan data kepolisian, sebanyak 17 orang diamankan di Polsek Pondok Gede, terdiri dari 8 orang dewasa dan 9 anak di bawah umur. Sementara itu, 48 orang lainnya ditahan di Mapolres Metro Bekasi Kota, dengan rincian 34 orang dewasa dan 14 anak di bawah umur.
“Beberapa pelaku diamankan di TKP Polsek Pondok Gede berjumlah 17 orang, 8 dewasa dan 9 di bawah umur,” terang Braiel.
Para pelaku yang ditangkap di Polsek Pondok Gede dijerat dengan sejumlah pasal KUHP, di antaranya Pasal 170, Pasal 160, Pasal 212, Pasal 214, Pasal 216, dan Pasal 218. Sementara itu, puluhan orang yang diamankan di Mapolres Metro Bekasi Kota masih menjalani pemeriksaan lanjutan.
“Saat ini proses hukum ditangani Sat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota,” tutup Braiel.
Wakapolres Metro Bekasi Kota, AKBP Bayu Pratama Gubunagi, menyebut mayoritas demonstran yang diamankan berdomisili di wilayah Kota Bekasi. Menurutnya, aparat berhasil meringkus puluhan massa aksi yang memicu kericuhan di depan Mapolres Metro Bekasi Kota.
“Dari berbagai wilayah mayoritas warga Kota Bekasi,” ujar Bayu. “Untuk yang diamankan sebanyak 48 orang.”
Aksi demonstrasi yang meluas di sejumlah titik Jakarta beberapa hari terakhir dipicu oleh kekecewaan massa setelah tuntutan pembatalan tunjangan anggota DPR RI tak dipenuhi. Kemarahan massa semakin memuncak setelah seorang pengemudi ojek online bernama Affan Kurniawan meninggal dunia karena terlindas kendaraan taktis Brimob di Pejompongan, Tanah Abang, Jakarta.
Insiden itu memicu gelombang demonstrasi di berbagai wilayah, termasuk di Kota Bekasi. Aparat kemudian melakukan penindakan untuk mencegah eskalasi kerusuhan lebih lanjut. (Dimas Rafi)
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media