Internasional . 12/09/2025, 07:00 WIB

Nepal Bergolak, 34 Tewas dalam Aksi Protes Besar, Presiden Paudel Serukan Kerja Sama

Penulis : Afdal Namakule  |  Editor : Afdal Namakule

fin.co.id - Situasi di Nepal semakin memanas setelah gelombang demonstrasi yang pecah sejak awal pekan menelan korban jiwa hingga 34 orang dan melukai lebih dari 1.300 orang.

Kondisi ini memaksa pemerintah untuk mengerahkan militer serta memberlakukan jam malam di sejumlah wilayah.

Presiden Nepal, Ramchandra Paudel, pada Kamis 11 September, akhirnya angkat bicara. Dalam pernyataannya yang dikutip Kathmandu Post, ia menegaskan bahwa “sejumlah upaya sedang dilakukan untuk memenuhi tuntutan para pengunjuk rasa.” Paudel juga meminta semua pihak menjaga ketertiban.

“Saya mengimbau semua pihak agar percaya bahwa upaya sedang dilakukan untuk segera memenuhi tuntutan para pengunjuk rasa, serta bekerja sama menjaga perdamaian dan ketertiban secara tertib,” ujarnya.

Menurut Paudel, demokrasi harus tetap dijaga, sementara hukum dan ketertiban wajib ditegakkan.

Di sisi lain, juru bicara Kepolisian Nepal, Binod Ghimire, mengungkapkan fakta mengejutkan: “sebanyak 14.307 narapidana melarikan diri dari berbagai penjara di seluruh negeri” ketika kericuhan berlangsung.

Gelombang protes itu dipicu keputusan pemerintah yang melarang penggunaan media sosial populer seperti Facebook, Instagram, dan YouTube.

Kebijakan ini menyalakan kemarahan publik, khususnya di kalangan generasi muda yang menilai hak berekspresi mereka dirampas.

Selain itu, kekecewaan terhadap praktik korupsi dan memburuknya perekonomian ikut memperbesar amarah massa.

Aksi yang awalnya berlangsung damai berubah brutal, dengan penyerangan ke rumah pejabat, termasuk kediaman mantan Presiden dan mantan Perdana Menteri. Gedung parlemen hingga kantor pemerintahan pun dibakar demonstran.

Kondisi politik semakin runyam setelah Perdana Menteri KP Sharma Oli memilih mundur dari jabatannya pada Selasa 9 September Pada hari yang sama, Panglima Angkatan Darat Jenderal Ashok Raj Sigdel menyampaikan pidato publik, menyerukan masyarakat tetap tenang dan mengedepankan dialog demi mengakhiri kekerasan.

Malam harinya, tentara bergerak menyeluruh ke berbagai daerah. Pemerintah menerapkan larangan berkumpul, memberlakukan jam malam, serta mengintensifkan penangkapan dan penyitaan senjata dalam upaya mengendalikan keadaan. *

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com