Ekonomi . 15/09/2025, 21:18 WIB
Penulis : Sigit Nugroho | Editor : Sigit Nugroho
fin.co.id - Mampukah ekonomi Indonesia mencapai target pertumbuhan 5,2 persen di tahun 2025? Pertanyaan ini dilontarkan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat menanggapi stimulus baru yang diluncurkan Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, kebijakan tersebut memberi dorongan kuat untuk menjaga momentum pertumbuhan.
Airlangga menegaskan optimisme pemerintah bahwa pertumbuhan ekonomi 2025 bisa menembus 5,2 persen year on year (yoy). Hal ini disampaikan usai menghadiri rapat di Kantor Presiden, Senin, 15 September 2025. Menurutnya, belanja pemerintah yang lebih tinggi pada semester akhir akan menjadi faktor kunci pencapaian target.
Untuk memperkuat daya beli masyarakat, pemerintah memberikan insentif berupa PPN Ditanggung Pemerintah (DTP) serta PPh Pasal 21. Airlangga menilai kebijakan ini akan meningkatkan keleluasaan kelas menengah dalam berbelanja. Di sisi lain, pemerintah juga mempercepat debottlenecking sejumlah program prioritas yang dianggap strategis.
Salah satu program yang disorot adalah koperasi desa merah putih. Airlangga mengungkapkan, program ini ditargetkan mampu menyerap hingga 1 juta tenaga kerja. Saat ini, estimasi penyerapan sudah mencapai 681 ribu pekerja, dengan target final pada Desember 2025.
Selain koperasi desa, pemerintah juga mengembangkan program Kampung Nelayan Merah Putih. Tahun ini, program tersebut menyasar 100 desa dengan target serapan tenaga kerja mencapai 200 ribu orang. Airlangga menyebut inisiatif ini akan mendukung sektor kelautan sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.
Revitalisasi tambak menjadi program ketiga yang diproyeksikan memberi dampak signifikan. Pemerintah menggarap lahan tambak seluas 20 ribu hektare di wilayah Pantura. Targetnya, program ini bisa menyerap 168 ribu tenaga kerja baru.
Untuk meningkatkan produktivitas nelayan, pemerintah juga menargetkan modernisasi 1.000 kapal. Langkah ini diharapkan dapat membuka 20 ribu lapangan kerja baru. Modernisasi kapal tidak hanya berdampak pada efisiensi, tetapi juga pada peningkatan daya saing hasil tangkapan laut.
Program lain yang ditekankan adalah pengembangan Perkebunan Rakyat di lahan seluas 870 hektare. Dalam dua tahun ke depan, perkebunan ini diproyeksikan menyerap hingga 1,6 juta tenaga kerja. Komoditas yang dikembangkan meliputi tebu, kakao, kelapa, kopi, mete, dan pala. Menurut Airlangga, sektor ini akan menjadi pilar penting pertumbuhan ekonomi desa.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media