Nasional . 19/09/2025, 14:35 WIB
Penulis : Khanif Lutfi | Editor : Khanif Lutfi
fin.co.id - Anggota Komisi IX DPR RI, Nurhadi, menyoroti dugaan adanya ribuan titik dapur fiktif dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Ia mendesak Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan pembenahan serius, khususnya dalam hal verifikasi dan pengawasan di lapangan.
Dalam rapat kerja dengan BGN pada Senin lalu, Nurhadi mengungkap bahwa dirinya telah menyampaikan informasi terkait praktik penjualan lokasi dapur MBG oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.
"Seperti yang pernah saya laporkan ke bapak, bahwa di lapangan ada oknum yang menjual lokasi titik. Ternyata kan benar, buktinya BGN melakukan kebijakan roll back yang akhirnya alhamdulillah ditemukan sekitar 5.000 titik fiktif," ujar Nurhadi, dikutip YouTube Komisi IX DPR RI, Jumat 19 September 2025.
Ia menilai temuan tersebut menjadi bukti lemahnya sistem yang saat ini berjalan.
Tak hanya soal keakuratan data dapur, Nurhadi juga menyinggung persoalan lain seperti insiden keracunan yang menurutnya masih kerap terjadi di beberapa wilayah.
Nurhadi meminta Kepala BGN, Dadan Hindayana, agar tidak hanya mengandalkan laporan yang sifatnya formal, melainkan turut turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi sebenarnya.
"Tapi bapak juga turun, tidak hanya di saat seremonial-seremonial saja, launching dapur saja, tapi bapak bisa sidak khusus, rahasia ke dapur-dapur yang mau operasional atau pas di saat waktu dini hari bapak lihat apa yang dilakukan oleh Kepala SPPI, ahli gizi dan sebagainya," tegasnya.
Menurut Nurhadi, meskipun tenaga ahli gizi dan kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPI) telah dibekali pelatihan di Universitas Pertahanan, kasus keracunan masih saja terjadi.
"Karena sudah ada ahli gizi, kepala SPPI-nya juga sudah mendapatkan pelatihan disiplin ketat di Universitas Pertahanan, nyatanya masih terjadi keracunan di beberapa kabupaten," pungkasnya. (Fajar Ilman)
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media