Nasional . 19/09/2025, 18:15 WIB
Penulis : Mihardi | Editor : Mihardi
fin.co.id – Marhani, seorang ibu rumah tangga yang sehari-hari bekerja sebagai pengupas bawang, merasa sangat bersyukur anaknya, Muhammad Raihan Firmansyah, kini bisa mengenyam pendidikan di Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 26 Makassar. Ia mengaku keberadaan Sekolah Rakyat yang digagas Presiden RI Prabowo Subianto sangat membantu kondisi ekonomi keluarganya.
“Merasa terima kasih sekali ada Sekolah Rakyat begini. Alhamdulillah, bersyukur sekali dengan anak saya sekolah di sana. Setidaknya mengurangi sedikit (beban ekonomi), bukan beban sehari-hari, karena semua di sana ditanggung. Ya, berkah buat keluarga kami, buat Raihan terutama,” ujar Marhani saat ditemui di rumahnya di Makassar, Jumat, 19 September 2025.
Dalam keseharian, Marhani mengupas bawang dengan bayaran Rp1.000 per kilogram. Kegiatan tersebut juga kerap melibatkan Raihan dan keempat anak lainnya.
“Bantu-bantu saya. Kalau misalnya ada bawang masuk, yang pergi angkut rumahnya bos, baru dibawa ke rumah. Setelah itu bersih, dibawa lagi ke sana, ditimbang,” jelasnya.
Sementara sang suami menjalankan usaha tambal ban. Namun, usahanya kini sepi pelanggan, sehingga pendapatan keluarga menjadi tak menentu.
Saat berbagi kisah, Marhani tak kuasa menahan air mata bahagia karena Raihan bisa melanjutkan pendidikan dan memiliki harapan baru, yakni bercita-cita menjadi polisi. Ia pun rutin menjenguk Raihan setiap akhir pekan di asrama SRMA 26.
“Belajar yang baik, semoga cita-citamu tercapai,” kata Marhani kepada anaknya.
“Harapan saya ini sama Pak Prabowo, mudah-mudahan tepat sasaran lagi. Karena masih banyak lagi di luar sana yang seperti kami, yang ingin bersekolah, tapi karena biaya tidak mampu. Terima kasih, Pak. Terima kasih, Pak Prabowo,” imbuhnya.
Raihan sendiri mengakui awalnya tak menyangka bisa kembali bersekolah, mengingat kondisi keuangan keluarganya yang makin sulit. Ia juga sadar ada adik-adiknya yang masih membutuhkan perhatian.
“Saya tidak kebayang akan sekolah lagi, karena memang keadaan ekonomi keluarga saya lagi sulit,” tutur Raihan.
Kini, meski tak bisa lagi membantu sang ibu mengupas bawang, Raihan merasa senang bisa belajar di lingkungan yang mendukung. Ia rindu keluarganya, namun juga bahagia bisa belajar, makan bergizi, serta bertemu teman-teman baru.
“Bagus. Lengkap, ada meja belajar, kipas, tempat tidur nyaman,” katanya tentang fasilitas asrama.
Di Sekolah Rakyat, Raihan mengikuti ekstrakurikuler bulu tangkis, olahraga kesukaannya. Ia pun mengubah cita-citanya. Jika dulu ingin jadi dokter, kini ia ingin menjadi polisi.
“Polisi. Supaya bisa menangkap orang kriminal,” ujarnya penuh semangat.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media